
Sebuah awal yang manis telah ditorehkan PSMS pada kesempatan pertama mewakili Indonesia di Piala AFC musim ini. Turnamen yang digelar sejak 2003 untuk menggantikan Piala Winner’s Asia itu memang sebuah turnamen kelas dua. Namun, Ayam Kinantan patut bersyukur.
Tanpa adanya wakil Korsel, Jepang, dan Cina atau Arab Saudi di turnamen ini menjadikan negara-negara level kedua di Asia, seperti Irak dan Uzbekistan, menjadi unggulan. “Pencapaian kita sudah lumayan, tetapi bagi saya ini kepalang tanggung . Jadi sekalian saja kita kejardenganmaksimal,” sebut Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Di babak 16 besar nanti, Chonburi, wakil Thailand, sudah menunggu mereka pada laga perdana 23 Juni di Supachalasai Stadium, Bangkok. “Jujur kami akui tak tahu kualitas dan materi lawan. Namun, hemat saya, kalau menghadapi klub selevel Thailand, fighting spirit-nya pasti tinggi dan ini akan menjadi lawan bagus bagi kami,”sebut Rudy.
Seiring berakhirnya Djarum ISL dan Copa, Rudy berharap bisa fokus di ajang ini meski sebagian pemain kontraknya kini perlu diperpanjang. (ary/wis)
>> Kembali ke Atas
Syarat Stadion
Bisa Jadi Masalah
Kesempatan Persiwa menjamu tamu-tamu di Stadion Pendidikan, Wamena,dalam ajang kompetisi level Asia bisa dipastikan gugur. Stadion yang terletak di ketinggian 1500 meter dpl itu tak memenuhi kriteria sebagai stadion dengan fasilitas yang diminta AFC. Kota Wamena ternyata tak memenuhi syarat seperti pasal 2 bagian 1 dan 2 dari Aturan Stadion AFC.
Selain tak memiliki bandara internasional, Wamena juga ditempuh lebih dari 150 menit dalam perjalanan darat dari bandara internasional terdekat. Lebih parah lagi, tak ada empat kali penerbangan langsung dari bandara internasional terdekat stadion itu.
Sebagai alternatif jika mampu bertarung di level tersebut, Persiwa memilih Stadion Kanjuruhan, Malang. “Malang kandang kedua kami, apalagi panpel Malang berpengalaman menggelar LCA,” jelas Agus Santoso, Sekum Persiwa.
Lain halnya dengan Persib. Stadion Si Jalak Harupat, kandang Maung Bandung, jelas memenuhi kriteria itu. Yang sedikit kurang adalah soal penerangan yang tak mencapai 1200 lux. Soal kota Bandung, bisa ditempuh 150 menit dalam perjalanan darat dari Bandara Soekarno Hatta, apalagi jika ditempuh malam hari dan bukan saat hari libur.
Namun, letak Si Jalak Harupat yang cukup jauh dari pusat Kota Bandung serta tak adanya hotel berbintang di kawasan Soreang juga jadi kendala tersendiri. Apalagi waktu tempuhnya sering kali terganggu jika jalanan macet. (ary/idr/buk)
ATURAN STADION UNTUK PIALA AFC DAN LCA
---------------------------------------------------------------------------------
Pasal 1. (Syarat Stadion)
1. Stadion tidak boleh digunakan untuk pertandingan lain dan atau aktivitas lain, dan harus mampu digunakan oleh AFC dua hari mendekati hari pertandingan hingga sehari sesudahnya.
2. Stadion yang dinominasikan harus memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan dalam aturan ini termasuk lapangan pertandingan, aksesori s, kelengkapan, dan fasilitas sebaiknya dalam kondisi optimal um dan sesuai dengan Laws of The Games yang diterbitkan FIFA.
Pasal 2. (Lokasi )
1. Stadion harus terletak di kota yang memiliki bandara internasional dalam radius 200 km, dan waktu tempuh perjalanan tidak lebih dari 150 menit antara tempat pertandingan dengan bandara internasional.
2. Kecuali, stadion terletak di kota yang setidaknya memiliki empat penerbangan yang terhubung langsung dengan bandara internasional terdekat.
>> Kembali ke Atas


Tidak ada komentar:
Posting Komentar