

JAKARTA – Striker Persipura Jayapura, Boaz Solossa, menjadi kandidat kuat peraih gelar pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2008/2009. Hal itu seperti dikatakan Ketua Technical Support Group (TSG), Joppie Leepel. Badan yang bertugas memilih pemain terbaik itu menilai Boaz merupakan kunci penting kesuksesan Persipura Jayapura musim ini.
“Dia punya peran penting untuk timnya. Selain menjadi top scorer, dia juga punya menit bermain sangat tinggi,” kata Joppie. “Ia juga bersih dari hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Artinya, ia termasuk salah satu pemain yang jarang mendapatkan kartu.”
Catatan statistik memang menunjukkan hal itu. Dari 32 kali pertandingan Persipura, Boaz hanya sekali tidak masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP). Tepatnya, ketika Persipura melawat ke markas Arema Malang, Sabtu (28/2).
Ketika itu Boaz harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning. Boaz juga hanya dua kali saja tidak turun bermain kendati namanya tercantum DSP, yakni melawan Sriwijaya FC (12 Juli 2008), dan Persiba (15/3). Pemain kelahiran Sorong itu pun tercatat hanya empat kali memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Kendati begitu, Joppie tak menafikan keberadaan pemain lokal lainnya, seperti Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Eka Ramdani (Persib Bandung), Bambang Pamungkas (Persija), dan Eduard Ivakdalam (Persipura). “Prinsipnya pemain lokal adalah prioritas,” kata Joppie.
Ia juga mengatakan pemain asing punya peluang sama terpilih menjadi pemain terbaik. Seperti halnya musim lalu dimana pengatur serangan Sriwijaya FC (SFC), Zah Rahan, terpilih sebagai pemain terbaik di saat-saat terakhir.
***** Untuk selengkapnya, silahkan baca di TopSkor hari ini (26 Mei 2009)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar