“Menang atau kalah, saya ingin kami menunjukkan siapa Barcelona sebenarnya dan permainan sepak bola seperti apa yang kami yakini.”
Ucapan Josep ‘Pep’ Guardiola ini semakin identik pada keberadaan dirinya dan hiburan yang diberikan FC Barcelonauntuk dunia.
Dalam jumpa pers sehari sebelum pertempuran menjadi raja sepak bola Eropa di Roma, Pep dengan tegas menolak dirinya disebut mengkritik gaya bermain Chelsea di semifinal. Taktik The Blues memang bertolak belakang dengan permainan menghibur yang Barca perlihatkan sepanjang musim.
“Sekali lagi saya katakan, saya tak pernah mengkritik taktik yang diterapkan Mr. Hiddink sejak duel pertama semifinal. Walau bermain bertahan, Chelsea juga punya peluang mengancam gawang kami,”sebut pelatih berusia 38 tahun itu dengan mimik serius.
Dengan 18 gol di fase grup dan total 30 hingga mencapai final, rata-rata Barcelona mencetak 2,5 gol per pertandingan. Statistik ini sama dengan milik Bayern Muenchen, walau klub Jerman itu kalah jumlah pertandingan. Laju Muenchen dihentikan Barca di perempat final.
Setelah menjuarai Copa del Rey, Pep Guardiola mempersembahkan tit e lLa Liga musim ini. Padahal, ia baru bertugas menangani tim senior Barca selama sebelas bulan sejak dikontrak resmi pada 5 Juni 2008. Rabu kemarin, ia mempersembahkan treble bagi Barca, titel paling bergengsi bagi seorang pelatih klub Eropa.
Pencapaian Pep bersama Barca hingga Roma Finale 2009 banyak menuai pujian. The Catalans dianggap menghidupkan kembali kegairahan bermain sepak bola menyerang dengan atraksi kemampuan pe n guasaan bola yang brilian serta aksi individu memukau.
“Ada alasan kenapa kami menikmati musim ini,”kata Guardiola. “Sejak saya bertugas, penampilan Barca ditandai dengan keberanian memainkan sepak bola menyerang. Ini filososi permainan yang saya tanamkan pada pemain. Menang atau kalah, saya ingin memperlihatkan seperti apa aliran sepak bola yang kami anut.”
Pep menjelaskanBarca harus menghormati penonton yang telah membeli tiket pertandinganserta tidak mengecewakan mereka yang menyaksikan laga melalui televisi. “Liga Champion punya level tinggi. Tak ada tim dengan mental yang lemah mampu mencapai final dan memenang inya,”ucap Guardiola.
Tentu yang dimaksud Pep adalah soal daya juang dan tekad menepiskeputus asa anketika Barcelona berhadapan dengan tembok kokoh Chelsea di Stamford Bridge pada semifinal II.
Pep Guardiola telah memberi pesan penting bagi dunia sepak bola. Final 2009 ini adalah pertandingan ke-13 Pep Guardiola di Liga Champion, minus dua pertandingan di babak III kualifikasi LC. Bandingkan dengan catatan Sir Alex, yang telah mencapai angka 153 penampilan di Piala/Liga Champion dengandua gelar Liga Champion di tangan . Tapi, perjalanan Barca ke Roma akan selalu dikenang sebagai pertunjukan menghibur yang kini mulai ditinggalkan klub-klub besar demi memburu gelar juara.
“Bila Anda menang di final Liga Champion, Anda berhak mengatakan ‘kamilah tim dengan permainan terindah di Eropa.’ Trofi ini punya dampak yang global. Anda harus membuat penonton mengenang penampilan tim Anda selama mungkin,” tutur Pep memberi makna UEFA Champions League.
>> Kembali ke Atas
F50i
Sepatu Baru Messi
Tiga tahun lalu, Messi hanya bisa menjadi penonton ketika rekan-rekannya berjuang menundukkan Arsenal di final Liga Champion 2006. Cedera yang dideritanya di perempat final membuat si anak ajaib dari Argentina gagal melakukan debut di puncak kejuaraan paling bergengsi di Eropa.
Rabu, 27 Mei 2009, Messi akhirnya berhasil mewujudkan mimpi sejak masa kanak-kanak. Pria kelahiran 24 Juni itu mengenakan kostum merah-biru milik Barcelona, klub yang berperan menyelamatkan “kehidupannya”. Ya, Barca menghidupkan harapan Messi dengan membantu membiayai pengobatan pertumbuhan tulangnya yang bermasalah.
Stadion Olimpico di Roma tak hanya menjadi ajang debut Messi di final atau cerita soal duelnya melawan Cristiano Ronaldo, jagoan Manchester United. Juga bukan statistik mengagumkan, ketika ia mencetak 1 gol setiap 3 tembakan ke gawang. Sebelum final, Messi mengoleksi delapan gol dari 34 tendangan yang 11 kali mencapai sasaran.
Messi terlihat beda di kakinya. Ya, malam itu adalah debut Messi mengenakan F50i, sepatu sepak bola terbaru produk Adidas.
Sebagai pesepak bola yang menghibur dan menghadirkan kegembiraan bagi penonton, F50i dinilai pas menjadi media Messi mempertontonkan keahliannya mengontrol bola, memberikan umpan, serta menjaga ciri khas permainannya di berbagai kondisi lapangan.
Jumat, 29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar