Selasa, 12 Agustus 2008

Melihat Peluang Persipura di Super Liga Indonesia

Oleh : Dominggus A Mampioper 31-Jul-2008, 12:59:47 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia -

Persipura Jayapura baru saja menunjukkan ketangguhannya menundukkan Persib Bandung dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2008, Minggu 27 Juli lalu di Stadion Mandala, Jayapura, Papua. Heading, Ian Luis Kabes pada menit ke 73 ke gawang Persib menjadi gol tunggal kemenangan yang dinanti-nanti belasan ribu Persipura Mania berpakaian merah-hitam.

Hasil memuaskan ini menunjukkan tim Mutiara Hitam mampu menununjukkan kualitasnya meski tanpa diperkuat kedua pemain penyerang asing, C Ernest Jeremiah dan Alberto Beto Gonsalves yang terkena skorsing dari Komisi Disiplin BLI. Sebelumnya Persipura bermain imbang 2-2 pada partai perdana melawan Sriwijaya Fc dan menang 1-0 atas PSMS Medan di Jakarta. Pada 1 Agustus lalu tim asuhan pelatih kepala M Raja Isa melawan Persitara alias Laskar Si Pitung di Gelora Mandala. Pelatih Persitara Jackson Tiago sudah menekankan mencuri point, walau dia akui kualitas tim Persipura merata di segala lini baik di belakang, tengah dan depan.Laga melawan Persitara skuad Mutiara Hitam sudah boleh diperkuat oleh Ernest Jeremiah yang kemungkinan besar akan bersanding bersama Boaz.
Walau Persitara mau curi point ternyata dikalahkan Persipura dengan skor telak 3-0, selanjutnya laga tandang ke Deltras dan PSM Makassar hanya berhasil mencuri satu point saat laga di Makassar, sebaliknya Persiwa Wamena mencuri tiga point saat bertandang ke Deltras Sidoardjo.

Pada Liga lalu Boaz belum pernah bermain dengan Ernest sebab kehadiran Ernest adalah karena cideranya Boaz. Pelatih Kepala Raja Isa mengaku Boaz perlu beberapa jam terbang lagi untuk menurunkan rasa traumanya."Minimal lima atau enam pertandingan lagi," kata Raja Isa. Bahkan Raja Isa mengakui dalam perjalanan ke depan trio ini bisa dipasang untuk bermain bersama ibarat trisula, Boaz, Beto dan Jeremiah. Boaz dan Beto sudah benar benar padu pada liga lalu di mana keduanya berhasil memasukan gol ke gawang lawan. Hingga akhirnya Boaz harus cidera saat membela skuad Merah Putih melawan Hongkong. Memang dalam Liga Utama dan Copa Indonesia 2007-2008 lalu pihak menejemen Persipura telah mencanangkan merebut scudetto dan juara Copa Indonesia tetapi ternyata gagal. Sayangnya pada final Copa Indonesia tim Mutiara Hitam dikandaskan mantan pelatih Persipura Rahmad Dharmawan yang kini jadi pelatih Kepala Sriwijaya FC dalam adu finalti. Begitu pula Liga Utama digagalkan anak anak Ayam Kinantan PSMS Medan hingga perjalanan terhenti sampai ke babak semi finalis saja. Padahal sebelum menuju ke semi final tim Mutiara Hitam merebut banyak point dan menang dalam setiap laga tetapi gugur di puncak turnamen.Kini dalam Liga Super tim Mutara Hitam kembali merencanakan untuk merebut scudetto Liga Super Indonesia. Mampukah anak anak Mutiara Hitam di bawah asuhan pelatih Raja Isa dan asisten pelatih Mettu Dwaramury dan Gatot pelatih gawang mengulang sukses Persipura juara Liga Indonesia 2005? Mencuri point di kandang Sriwijaya FC sudah berhasil dilakukan dengan berakhir imbang 2-2. Di mana Jeremiah dan Albetto stirker asing milik Persipura berhasil menunjukan ketajaman mereka di depan gawang lawan.Jika dilihat skuad yang saat ini dimiliki oleh Persipura sangat berpotensi mulai dari pemain belakang ada Victro Igbonefo, Ricardo Salampessy, Jakc Komboi, Ortisan Solossa. Bio Pauline dan gawang Jendri Pitoy Di lini tengah ada Ian Luis Kabes, Gerald Pangkali, David da Rocha,Paolo Rumere, Heru Nerly, Imanuel Wanggai, Eduard Ivakdalam. Depan Boaz Solossa, Tinus Pae, Korneles Kaimu, Banggo (Persipura U21), Albeto dan Jerermiah Pertandingan perdana menunjukan bahwa kemenangan yang tadinya berhasil dimiliki skuad Mutiara Hitam tak bertahan lama. Pasalnya Gums striker Sriwijaya FC berhasil mengheading bola masuk ke gawang Jendri Pitoy dan skor berubah menjadi 2-2.Faktor non teknis karena para pemain tidak bisa menahan emosi terutama Beto dan Jeremiah sehingga memperoleh kartu kuning serta mendapat skorsing dari Badan Liga Indonesia dan denda bagi klub berapa juta rupiah. Agaknya faktor non teknis seperti skorsing dan para pemain tak mampu menahan emosi bisa jadi sebagai faktor penghambat dalam merebut scudetto dalam Liga Super Indonesia. Percuma bermain baik pada babak babak awal tetapi ketika masuk final kalah. "Yang dibutuhkan adalah kemenangan dan bukan permainan cantik dan indah tetapi buntutnya kalah," ujar Marthin Rumere Persipuramania saat mengomentari pengalaman lalu.Banyak pengamat sepak bola di Kota Jayapura sudah pesimis dengan keberadaan skuad Mutaiara Hitam sebab unggul dalam segala lini tetapi yang dibutuhkan adalah kemenangan. Bukan seperti tim Belanda yang main pertama di mengalahkan Perancis dan Italia tetapi akhirnya harus kalah saat melawan Rusia.Apapun hasilnya nanti dalam Super Liga ini setiap pertandingan adalah partai final, apa yang telah diraih Persipura awal pertadingan ini perlu dipertahankan agar terus meraih point. Jangan sampai harapan Persipuramania sirnah saat jelang final.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar