Kamis, 21 Agustus 2008

Dipukul Wali Kota, Pelatih Persipura ke Makassar

Diduga Terkait Hasil Seri dan Penggantian Pemain; Raja Isa Berobat di Makassar; Dikabarkan Sempat Dirawat di RS Wahidin; Wali Kota Bantah Memukul; Suporter Tolak Raja Isa Diganti

Makassar, Tribun - Pelatih Persipura Jayapura, Raja Isa, dikabarkan menjalani perawatan di Makassar setelah dipukul oleh Wali Kota Jayapura Menase Robert Kambu saat.
Peristiwa kekerasan itu terjasi saat Persipura melawan tim tamu Persijap Jepara (Jateng) di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (15/8).

Akibat pemukulan tersebut, Raja dikabarkan sempat menjalani perawatan khusus di Rumah Sakit Umum Regional Dr Wahidin Sudirohusodo, Tamalanrea, Makassar. Raja terbang ke Makassar sehari setelah kejadian.
Pelatih asal Malaysia yang ditemui Tribun di salah satu hotel Makassar, Senin (18/8) malam, mengatakan, kondisinya mulai membaik. Dia menilai kasus tersebut terjadi karena Kambu yang juga Ketua Umum Persipura saat itu sedang emosi.
"Saat itu beliau (wali kota) bertanya kepada saya mengapa saya melakukan pergantian pemain. Padahal urusan mengganti pemain itu kan wewenang pelatih," kata Raja saat ditemui salah satu hotel.
Dikonfirmasi via telepon, Kambu membantah terlibat kasus pemukulan Raja Isa. "Saya akan meluruskan. Saya tidak memukul dia (Raja). Itu berita yang diputar balikkan. Sebagai pejabat tidak mungkin saya memukul orang di depan umum," ujarnya.
Namun sumber Tribun di internal Persipura menyebutkan, kasus pemukulan terjadi karena Raja Isa akan dilengserkan dari tim berjuluk Mutiara dari Timur itu. Apalagi, bukan hanya Kambu yang memukul tapi beberapa ofisial lainnya juga ikut memukul.


Kambu memukul Raja menjelang pertandingan Persipura versus Persijap berakhir. Skor saat itu 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Raja menjelaskan, dia mengganti gelandang Ricardo Salampessy dan memasukkan Boaz Salossa. Striker Alberto Gonzalves juga diganti Tinus Pay.
Pergantian ini membuahkan hasil dan Persipura akhirnya bisa menyamakan kedudukan."Seandainya saat itu Pak Wali mau sedikit bersabar, mungkin kami bisa menang 2- 1," ujar Raja.
Usai kejadian pemukulan tersebut, Raja meninggalkan Jayapura untuk melakukan pengobatan di Makassar. "Saya sengaja meninggalkan Jayapura karena situasi di Jayapura sedang tidak tenang. Saya butuh berobat untuk me-refresh kembali kondisi saya," katanya.
Namun Raja menampik, jika pengobatannaya di Makassar akibat dari pukulan Kambu."Saat itu paha dan bahu saya memang terkena pukulan, tapi itu tak seberapa. Saya hanya ingin menenagkan diri sambil melakukan sedikit perawatan di Makassar," kata Raja yang juga menolak menyebut tempatnya berobat.
Meski demikian, pelatih yang sempat masuk incaran untuk melatih PSM ini mengaku sama sekali tidak menyimpan dendam kepada Kambu meskipun kariernya sebagai pelatih Persipura terancam dipecat.
"Dari awal saya mengatakan, Pak Wali saat itu kalut dan saya sama sekali tidak dendam," ujar Raja.
Raja pun mengaku siap menerima keputusan pemecatan dari manajemen Persipura."Saya siap dan menunggu keputusan dari manajemen. Apapun yang akan terjadi saya akan menunggunya, saya akan mendukung keputusan manajemen kalau itu yang terbaik buat tim," ujar Raja.
Namun, Raja tetap akan mempertanyakan alasan pemecatannya sebagai pelatih. Hal ini berdasarkan fakta bahwa Persipura saat ini berada di urutan pertama klesemen sementara Liga Super dan selama memegang tim tersebut posisi Persipura juga menjadi langganan tim papan atas.

Tidak Menyentuh
Versi Kambu, dia sengaja turun ke bench pemain untuk bertanya kepada Raja soal pergantian pemain yang menurutnya tidak pantas dignati karena penampilan pemain tersebut bagus.
"Semua orang tahu, jangankan memukul marah saja Kambu tidak pernah. Jadi sama sekali tidak benar kalau saya dikatakan memukul dia," ujar Kambu.
"Tapi saat saya bertanya kepada dia, tangannya (Raja) seperti mengacuhkan. Sebagai bapaknya orang Papua tentu orang-orang di belakang saya tidak terima. Mereka langsung maju ke depan dan mendorong ke arah Raja. Jadi yang memukul bukan saya tapi orang-orang yang di belakang saya," tambahnya.
Dengan tegas Kambu menyatakan bahwa tak sedikitpun tangannya meyentuh baju yang dikenanakan Raja saat itu. "Kalau ini tidak benar silahkan lihat sendiri hasil rekaman," katanya.
Meski demikian, Kambu belum mengeluarkan keputusan apakah akan memecat posisi Raja Isa sebagai pelatih Persipura. "Soal pemecatan akan ditentukan berdasarkan rapat dengan manajemen. Secara hitam putih saya belum memecatnya. Tapi kalau melihat tingkah lakunya kami akan mempertimbangkan pemecatan tersebut," ujar Kambu.
Reaksi Masyarakat
Berbeda dengan Kambu yang bersebelahan dengan Raja, masyarakat Jayapura justru bertolak belakang dengan wali kotanya.
Sejak peristiwa tersebut, masyarakat Jayapura melalui Persipura Mania bereaksi menolak pemecatan Raja Isa.
Bahkan saat Persipura menang 3-0 atas Persita Tangerang di pertandingan lanjutan yang berlangsung kemarin sore di Stadion Mandala, masyarakat terus meneriakkan yel- yel meminta Kambu agar mengembalikan Raja ke Persipura.
Persipura menang atas Persita tanpa kehadiran Raja saat pertandingan. "Kami berharap Raja Isa segera kembali ke Jayapura. Kami berpikir untuk mendukung Persipura jika Raja Isa tidak dikembalikan ke Persipura," kata salah seorang anggota Persipura Mania.
Dukungan terhadap Raja bahkan datang dari salah seorang pembesar adat Papua yang secara khusus menelpon Raja yang berada di Makassar usai pertandingan kemarin.
"Kami tetap ingin Pak Raja bersama kami di Jayapura. Pak Raja segera kembali ke Jayapura," kata penelpon tersebut.
Saat Persipura sedang berlaga melawan Persita, ponsel Raja tak henti-hentinya berdering menerima panggilan telepon dan pesan singkat (SMS) dari pendukung Persipura.
Melihat hal ini Raja hanya mengatakan,"Saya sebenarnya menangis karena yang memukul saya adalah seorang pemimpin yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar