Bagi orang Papua Acub Zainal adalah salah satu tokoh yang berhasil membangun dan merobah wajah Kota Jayapura. Setelah dilantik jadi Gubernur Provinsi Irian Jaya waktu itu yang pertama kali dikerjakan adalah merombak Kantor Gubernur Provinsi Irian Jaya, memugar stadion Mandala dan membangun GOR di APO Jayapura. Pasca Acub Zainal belum ada perubahan yang berarti tetapi hanya tambal sulam dan memperbaiki bangunan bangunan peninggalan Acub Zainal.
Bukan hanya itu saja, dibidang sepak bola sang Jenderal ini punya pengaruh yang besar sekali. Salah satunya adalah membina olahraga mulai dari sepak bola, atletik dan juga angkat besi dan bina raga. Fasilitas bina raga dan angkat besi merupakan warisan Acub Zainal.
Bagaimana dengan sepak bola, Acub Zaenal, mantan Pangdam XVII Cenderawasih dan mantan Gubernur Provinsi Papua ternyata sangat memahami dan meyakini potensi sepak bola di Papua. Hingga tak heran kalau beliau dengan sekuat tenaga terus membenahi Persipura Jayapura. Walau saat itu, tim Mutiara Hitam Persipura sudah menjadi langganan delapan besar PSSI bersama PSMS Medan, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makasar, PSIS Semarang, Persema Malang dan Persebaya Surabaya belum pernah juara nasional. .
Acub Zaenal terus menata Persipura dengan mendatangkan pelatih Cho Seng Que asal Singapura, hanya dalam tempo dua tahun, Persipura menjadi sebuah kesebelasan elit yang mampu menjadi juara PSSI pada 1975/1976. Selain itu dalam kejuaraan antar club memperebutkan Soeharto Cup, Mandala Jaya dengan materi pemain mayoritas dari Persipura, berhasil empat kali juara berturut-turut. Bahkan Persipura yang mewakili PSSI pada sebuah turnamen di Saigon, Vietnam Selatan, Persipura bisa masuk final namun kalah tipis 1 - 2 dari tuan rumah Vietnam Selatan.
“Kami pernah mewakili Indonesia ke Kings Cup di Bangkok dan melawan club Jepang Hitcahi di stadion Gelora Bung karno,”ujar Hengki Heipon mantan pelatih dan kapten Persipura.
Bukan itu saja beliau juga pernah mendatangkan pelatih dari Bandung Homo Suratmo untuk melatih tim Persipura.
Para pemain seperti Timo Kapisa, Yafet Sibi, Hengky Heipon, Hengky Rumere, Tinus Heipon, Fred Imbiri, Yacobus Makanwei, Mettu Duaramuri, Alberth Pehelerang, Yakobus Mobilala, Panus Korwa, Roby Binur, Benny Yansenen, Jimmy Pieters, Yohanis Auri dan pemain lainnya menjadi langganan PSSI dan menjadi rebutan berbagai klub di Indonesia.
Acub Zainal juga mendirikan club Perkesa 78 dengan mayoritas pemain anak anak asal Papua tercatat Yafet Sibi, Saul Sibi, Ony Mayor, Stepanus Korwa, Bertus Tamnge, Agus Ohee dan masih banyak lagi pemain asal Papua. Sayangnya club ini bubar dan Acub Zainal sangat kecewa karena masalah non teknis dalam Perkesa yang bagi sang Jenderal tak bisa diterima.
Sesudah kejayaan Persipura, menyusul Perseman Manokwari dengan Adolf Kabo dan Yonas Sawor Cs membuka mata masyarakat Indonesia karena berhasil masuk final bersama Persib Bandung dalam kompetisi PSSI pada 1986.
Kini Pemda Jayawijaya telah berhasil membawa Persiwa masuk dalam tim elite Liga Indonesia dan semua ini tak lepas dari pelatih asal Malang Joko Susilo. Saat ini Persiwa ditukangi oleh Suharno mantan pelatih Persipura. Menyusul lagi Persidafon dan PSBS Biak dalam divisi I mampukah kedua kesebelasan ini mengikuti jejak Persipura, Perseman dan Persipura? Kita tunggu nanti dalam Liga Indonesia sekarang ini.(dominggus a mampioper)
Senin, 07 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar