JAKARTA – Kemeriahan Djarum Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 dengan berbagai keunikan dan keanehannya telah berakhir. Perjalanan selama 12 bulan (kick-off 12 Juli 2008) menghasilkan Persipura Jayapura sebagai juara.
Sedangkan, tiga tim yakni PSIS Semarang, Persita Tangerang, dan Deltras Sidoarjo mesti turun kasta. Sementara, PSMS Medan masih bisa bertahan di ISL asalkan memenangi play-off melawan Persebaya Surabaya.
Pelaksanaan kompetisi musim ini diawali verifikasi terhadap 18 klub yang berhak tampil di ISL. Hasilnya, dua klub yakni Persiter Ternate dan Persmin Minahasa, dinyatakan tidak layak berlaga di kompetisi berlabel “super”. PSIS Semarang dan PKT Bontang akhirnya tampil sebagai pengganti.
Badan Liga Indonesia (BLI) menilai dua tim tersebut memenuhi lima aspek yang ditetapkan sebagai syarat kelayakan tampil di ISL. Sayang, PSIS gagal mempertahankan eksistensinya. Sebaliknya, PKT meski terseok-seok tapi akhirnya mampu bertahan.
Ada beberapa kemajuan pada pelaksanaan kompetisi musim ini. Salah satunya terobosan menggelar pertandingan pada bulan puasa. Sesuatu yang dianggap tabu pada musim-musim sebelumnya. Dan, minat penonton datang ke stadion ternyata tak surut. Stadion hampir selalu penuh sesak tiap kali pertandingan digelar.
Meski begitu, kompetisi musim ini tetap banyak meninggalkan catatan negatif. Dua di antaranya adalah kebiasaan buruk BLI mengubah-ubah jadwal pertandingan dan tidak terbitnya izin pertandingan dari pihak kepolisian selama agenda Pemilu 2009 berlangsung.
Alhasil, persaingan antartim tidak lagi kompetitif. Maklum, ada beberapa tim yang leluasa menggelar pertandingan, tapi ada pula tim yang harus puasa bermain selama berminggu-minggu.
***** Untuk selengkapnya, silahkan baca di TopSkor.
Sabtu, 13 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar