JAYAPURA-Kota Jayapura seakan berubah menjadi merah ketika peluit akhir laga Persipura melawan Sriwijaya FC dibunyikan wasit Yandri di Stadion Mandala, Jayapura, kemarin. Itu seakan menjadi penanda pesta perayaan juara Djarum Indonesia Super League (ISL) musim ini dimulai. Penonton yang berjumlah sekitar 30 ribu mulai menyalakan kembang api dari segala penjuru.
Kemenangan 4-1 memang menjadi pemuncak segalanya. Menurut Ketua Panpel, Benhur Tommy Mano, pihaknya sudah merancang beberapa acara yang meriah untuk laga pamungkas. Pesta rencananya bakal dilakukan sepanjang malam. “Ya sampai selesai saja. Setelah acara penyerahan trofi, penonton bakal menggelar tarian Lemonipis dan Yosim Pancar di lapangan,” katanya.
Sebelumnya, seremoni penyerahan trofi diselenggarakan panpel. Karena tidak ada peringkat kedua, Persipura langsung menaiki podium. Masing-masing pemain menerima kalungan medali dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Sedangkan penyerahan trofi diberikan oleh National Promotion Manager PT Djarum, Arvian. Setelah trofi diserahkan, kembang api pun “meledak” memenuhi seisi podium.
Saat seremoni dilakukan, suporter Persipura, Persipuramania masih bisa ditahan di luar lapangan. Tapi ketika seremoni selesai, semua penonton turun ke lapangan untuk menemui para bintang mereka. Seperti yang dijanjikan sebelumnya, acara seremoni juga diselingi pengukuhan adat untuk Eduard Ivakdalam dan M.R Kambu. Edu mendapatkan gelar anak adat karena prestasi mengangkat sepak bola di Papua. Sedangkan M.R Kambu mendapatkan gelar sesepuh sepak bola.
Sementara itu empat pemain asing yaitu David Da Rocha, Ernest Jeremiah, Alberto Goncalves, Bio Paulin plus pelatih Jaksen F. Tiago menjalani prosesi pemberian gelar Kamuki. Masing-masing mendapatkan semacam alat bernama penogok sagu. “Alat ini hanya simbol saja kalau mereka itu sosok penting bagi masyarakat Papua,” kata Benhur.
***** Untuk selengkapnya, silahkan baca di TopSkor
Sabtu, 13 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar