Oleh : Dominggus A Mampioper
18-Mei-2009, 01:53:58 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Begitu pertandingan antara Persipura dan Persija usai warga Kota Jayapura sambut dengan pesta dan pawai motor. Suara klakson mobil dan iringan motor serta teriakan dan sorak warga sentak meramaikan suasana malam. Bahkan ada juga yang berlari lari di pinggir jalan sambil meneriakan nama nama pemain seperti Beto, Boaz dan Persipura. Pesta warga mulai dari Waena, Abepura, Kotaraja hingga jantung pusat Kota Jayapura riuh dengan sorak gembira. “Hidup Persipura, Persipura Persipura, “teriak Agus Warga Waena Distrik Waena Kota Jayapura usai menyaksikan Persipura mengandaskan tim Macan Kemayoran Minggu (17/5).
Menurut Agus kemenangan ini membuat dirinya merasa bangga dengan keberhasilan yang ditorehkan anak anak Mutiara Hitam. Pukul 10.00 WIT hingga berita ini dituliskan warga masih terus gembira menyambut kemenangan ini. Pelatih Persipura JF Tiago hanya mengucap syukur dan berkata Tuhan itu baik sebab selama perjalanan membawa Persipura selalu mengandalkan Tuhan dan tentunya kerja keras Boaz Solossa dan kawan kawan. “Bayangkan dalam waktu tiga tahun gelar juara itu kembali,” ujar Marthin Rumere mantan pemain PSBS Biak. Ini artinya lanjut dia dalam persiapan mereka baik menejeman mau pun pemain serta pelatih sangat menentukan.
Dia menambahkan seandainya Persipura saat melawan Persija bermain serius dan tidak terlalu santai sebenarnya peristiwa pada putaran pertama ISL 2009 bisa terulang kembali dengan skor telak 6-0. Sejak 2001 hingga sekarang Persipura sudah tujuh kali mengalahkan tim Macan Kemayoran sedangkan Persija sendiri baru satu kali. Final Liga Indonesia 2005 lalu Persija ditundukan Persipura 3-2. Kini saat melawan Persija Jakarta dalam ISL 2009 Persipura menundukan Persija dengan skor 3-1. Dua gol diborong Boaz dan satu gol hasil lesakan Jeremiah. Greg Lokolo menyamakan kedudukan 1-1 pada babak pertama. Dua gol tambahan kemenangan Persipura berlangsung pada babak kedua.
Prestasi Persipura Persipura menjadi juara Liga Indonesia pada 2005, lalu saat masih ditangani pelatih Kepala Rahmad Dharmawan. Dalam Final 2005 Persipura mengandaskan tim bertajuk Macan Kemayoran 3-2. Sebelumnya pada saat Perserikatan, berhasil juara Perserikatan dan runner up pada 1976. Selanjutnya 1979 juara Soeharto Cup dan sejak itu nama Mutiara Hitam terus bergema. Group The Black Brother tak ketinggalan menulis syair dan lagu Persipura Mutiara Hitam. Kini pelatih Kepala JF Tiago kembali mengukir sejarah baru bagi sepak bola di Indonesia khususnya bagi warga Papua.(*)
Jumat, 29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar