
Oleh : Dominggus A Mampioper
24-Mei-2009, 01:37:02 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Juara double winner Indonesia Sriwijaya FC tak berdaya ketika berlaga di Liga Champion Asia. Laskar Wong Kito boleh bangga dinobatkan sebagai tim terbaik Indonesia namun masih menempuh jalan terjal di Liga Champion Asia. Lawan Gamba Osaka kalah 3-0, begitu pula saat menantang Shandong Luneng Taishan gagal total dicukur 5-0. Kini tim Mutiara Hitam agaknya akan mengikuti jejak Srwijaya FC untuk menjadi juara double winner.
Prestasi yang ditorehkan anak-anak asuhan pelatih Kepala asal Brazil, JF Tiago boleh berbangga di Indonesia Super Liga (ISL) dan juga Copa Indonesia. Namun pertanyaannya sekarang, mampukah mereka bermain maksimal di Liga Champion Asia. Secara teknik dan materi, tim anak-anak Mutiara Hitam merata dan merupakan gabungan antara bakat alam dan kerja sama tim atau kolektifitas dan skill individu. Persipura boleh bangga karena termasuk terbaik musim ini, pasalnya banyak pemain berkualitas yang didukung pula dengan bakat alam. Potensi menurut Jacksen F Tiago sangat beruntung karena memiliki stok pemain berkualitas yang berlimpah.
Kelebihan stok pemain ini membuat pelatih asal Brazil ini tak perlu repot melakukan rotasi para pemainnya. Pemain-pemain yang jarang diturunkan seperti Heru Nerly, Paolo Rumere, Ardiles Rumbiak, Tinus Pae tak kalah kualitasnya dengan Eduard Ivakdalam, Boaz, maupun Jeremiah.
JF Tiago mengakui bahwa kekompakan tim jadi kunci utama tim bertajuk Mutiara Hitam ini. “Layaknya pemain seperti saudara satu dengan lainnya,” ujar Tiago yang mampu mengembalikan kejayaan Persipura dalam waktu tiga tahun.
Namun di balik semua itu kelebihan Persipura masih menyisakan beberapa kelemahan atau titik lemah. Hampir sebagian serangan ke gawang Persipura lolos lewat posisi bek kanan di mana posisi Jack Komboi berada. Hal ini merupakan pintu masuk lawan tatkala melakukan serangan beruntun ke gawang Jendri Pitoy. Perlu memikirkan posisi ideal bagi pengganti Jack Komboi yang sebentar lagi menjadi anggota legislatif DPRP Papua dari Partai Hanura. Agaknya untuk mengisi posisi ini ada baiknya kalau pihak menejemen melakukan pinangan ke Pelita Jaya untuk merekrut Johan Ibo ke skuad Persipura.
Selain itu Kapten Persipura Eduard Ivakdalam yang sangat berperan sebagai motor dan play maker sudah berusia lanjut dan termakan umur. Hal ini membuat Kapten Persipura ini ketar-ketir dan kerepotan menghadapi tim-tim dengan permainan cepat.
Memang Ronald Pangkali dan Imanuel Wanggai bermain sangat bagus untuk mengimbangi Eduard IIvakdalam, namun Imanuel Wanggai belum mampu menyamai Ivakdalam dalam mengoleksi goal. IImanuel Wanggai belum mampu berperan sebagai second striker jika penyerang depan kurang menggigit untuk menjebol gawang lawan. Apalagi Imanuel Wanggai masih muda hingga mudah terpancing emosi hingga berimbas pada kacaunya permaian di lapangan sesungguhnya. Agar jangan mengalami nasib yang sama dengan Sriwijaya FC, agaknya pihak menejemen sudah mulai serius menangani kesiapan tim saat berlaga di Asia Champion. Minimal ada perlawanan berarti bagi kemajuan sepak bola di Indonesia.(*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar