JAKARTA – Kapan berakhirnya Djarum Indonesia Super League (ISL) memang masih penuh teka-teki. Selain menyisakan beberapa laga yang tertunda, kelangsungan kompetisi musim ini juga ditentukan oleh suhu politik di Tanah Air. Setidaknya, masih ada tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 yang belum dilaksanakan, yaitu Pemilihan Presiden (Pilpres). Demi mengantisipasi situasi chaos ketika Pemilu Legislatif lalu, Badan Liga Indonesia (BLI) sudah mengambil ancang-ancang.
Salah satu rencana yang akan dijalankan adalah memajukan hari terakhir kompetisi yang seharusnya jatuh 13 Juni. Berdasarkan agenda Pilpres yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), tanggal 13 Juni merupakan hari pertama kampanye. Dipastikan kegiatan-kegiatan yang membawa massa, selain kampanye, akan dilarang kepolisian.
Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono, mengatakan pihaknya sudah melihat adanya potensi ancaman itu. “Satu-satunya solusi dengan memajukan jadwal pertandingan terakhir ISL. Misalnya, dari 13 Juni ke 9 Juni. Yang jelas, semua tim akan turun bertanding di laga pekan terakhir,” ujarnya.
Melihat jadwal pertandingan Djarum ISL yang dirilis BLI per 13 April lalu, pilihan memajukan jadwal pertandingan terakhir memang paling logis. Apalagi, dalam jadwal itu masih terdapat banyak tanggal yang kosong. Misalnya, antara 31 Mei-5 Juni dan 9-12 Juni.
Menurut Nur Jamil, Sekretaris Tim Persijap, pihaknya setuju jika kompetisi dimajukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Meskipun, ketika manager meeting di Hotel Mercure, Ancol, awal pekan lalu, tak ada pembicaraan mengenai hal tersebut.
Top Skore 24 April 2009
Jumat, 24 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar