Jubi-Kedigjayaan anak anak Papua dalam bertengger pada peringkat atas putaran pertama Indonesia Super Liga (ISL)-2008 telah berbuah hasil. Persipura duduk posisi pertama dan Persiwa peringkat ketiga. Dua tim Papua mengapit Persija Jakarta yang bertaburan bintang antara lain Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan dan Hendro Kartika.
Jika membandingkan kedua tim asal Papua dengan klub klub lain di Pulau Jawa terutama dari Jawa Timur yang selama ini dianggap sebagai barometer sepak bola Indonesia ternyata Arema hanya menempati urutan ke sembilan, sedangkan Persela Lamongan besutan pelatih gaek M Basri menempati posisi ke enam.
Menghadapi putaran kedua yang semula direncanakan awal Januari ternyata dimundur menjadi 27 Januari 2009.
Sejak awal memang tim bertajuk Mutiara Hitam sudah kompak dan tidak pergantiaan pemain pemain baru. Walau pelatih Jacksen sempat melontarkan beberapa nama pemain baru untuk menopang posisi Gerald Pangkali, Victor Igbonefo dan Bio Pailine. Tapi belakangan tak terdengar lagi dan justru membuka pintu lebar lebar bagi Persipura U 21 untuk turut menyumbangkan beberapa pilar muda.
“Kekompakan tim menjadi modal dasar bagi kesebelasan Persipura , sebab ketika kebersamaan terjalin, cukup mudah buat tim untuk bermain pada level apa pun,”ujar Tiago.
Memang apa yang dikatakan pelatih JF Tiago ada benarnya sebab pengalaman Persipura menjuarai Liga 2005 lalu karena kekompakan tim dan hasilnya tidak sia sia Eduard Ivakdalam cs berhasil jadi Champion Liga 2005.
Kini peluang itu terbuka lebar hanya saja tim bertajuk Mutiara Hitam ini harus tetap bermain kosnsiten dan menjaga stamina jelang putaran kedua nanti.
Modal awal Persipura adalah termasuk tim yang paling sedikit mengalami kebobolan hanya kemasukan 10 goal. Ini artinya tembok pertahanan Persipura yang dikoordinir Victor Igbonefo, Jack Komboi dan Bio Pauline cukup berhasil menghalau benturan serangan dari tim lawan. Dilihat dari kemampuan membikin goal hampir semua lini Persipura berhasil membuat goal, mulai dari trisula striker Boas, Beto dan Jeremiah terus semakin padu. Begitu pula second line Eduard Ivakdalam, Gerald Pangkali, Ian Luis Kabes dan Ricardo Salampesy, Ortisan Solossa, Bio Pauline, Jack Komboi, Victor Igbonefo dan Bio Pauline. Bahkan Victor Igbonefo sejak memperkuat skuad Persipura ditangan pelatih Jacksen F Tiago baru berhasil mencetak tiga goal sebelumnya sejak pelatih M Raja Isa dan Rahmad Darmwan tak pernah membuahkan satu gol.
Pelatih JF Tiago mengakui keunggulan skill individu pemain membuat dia lebih muda untuk membentuk tim Persipura.
Melihat beberapa kali laga uji coba Persipura terus memberikan kemajuan yang semakin berarti, apalagi selama berlatih di Batu Malang sempat melakukan uji coba dengan beberapa kesebelasan di sana. Uji coba pada Desember lalu melawan tim Selection Klub Kota Jayapura anak anak asuhan Tiago mampu mencukur lawannya dengan skor telak 7-0. Mantan pelatih Persiter ini mengakui banyak kemajuan terutama beberapa pemain muda seperti Ardiles Rumbiak, Paolo Rumere, Ian Luis Kabes dan lain lain terus berkembang pola permainan mereka. Hingga tak heran kalau antara pemain inti dan cadangan sama sama memiliki kualitas yang bagus tinggal menunggu siapa yang siap untuk berlaga.
Jacksen F Tiago kepada Jubi mengatakan jangan terlalu terjebak dengan banyak pujian sebab pertandingan masih panjang dan banyak tantangan yang akan dihadapi dalam putaran kedua nanti. Pasalnya sebagian tim tim besar sudah berbenah diri terutama kesebelasan yang secara financial mampu melakukannya. Budi Sudarsono striker Persik Kediri kini sudah merumput bersama Sriwijaya FC yang akan berlaga melawan Persipura di Stadion Mandala. Persipura harus melakoni sebanyak sembilan kali pertandingan di luar kandang sebaliknya di kandang sebanyak delapan pertandingan akan menjamu Persita Tangerang, PSIS Semarang, Persiba Balikpapan, PSMS Medan, PSM Makassar dan lainnya.
Berbeda dengan Persiwa sedikit beruntung karena laga di Stadion Pendidikan jelas memberikan peluang bagi tim besutan Suharno ini karena factor cuaca. Sebagus apa pun tim tamu belum tentu menang di kandang Persiwa. Kondisi alam di sana tak bersahabat seolah olah tim tamu akan kalah sebelum bertanding. Walau nanti dalam laga kedua tim Badai Pegunungan tidak diperkuat beberapa pemain pilar termasuk kapten Persiwa Herman Runtini. Apapun alasannya kedua tim asal Papua ini tak boleh lengah dan membiarkan lawan merebut point yang telah diraih pada laga awal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar