Skill yang dimiliki Erol terbilang jarang. Ia beroperasi di sayap kiri. Artinya, kaki kiri Erol lebih hidup dibanding kaki kanannya. Sama seperti pesepakbola asal Papua lainnya, Erol memiliki kecepatan lebih dibanding pemain-pemain lokal lain.Erol mulai menjejakkan kaki di pentas elit sepakbola nasional pada musim 1998. Saat itu, Semen Padang tertarik dengan performa pemain jebolan diklat Ragunan ini. Di Semen Padang, Erol berkolaborasi dengan sahabatnya yang juga berasal dari Papua, Elie Aiboy.
Kolaborasi itu tak selamanya langgeng. Pada 2002, Erol memutuskan untuk bergabung dengan PSOS Pekanbaru sedangkan Eli lebih memilih bergabung dengan Persija Jakarta.
Saat pelatih Ivan Kolev memasukkan nama Eli dan Erol di skuad timnas yang tampil di Piala Asia 2007, kolaborasi keduanya hampir saja terjadi. Sayang, Kolev lebih memilih membangku cadangkan Erol pada tiga laga yang dilakoni Indonesia pada penyisihan Grup D. Sementara Eli justru selalu tampil sebagai starter. (Daf)
DATA DIRITempat/tanggal lahir: Jayapura, 6 Agustus 1979
Tinggi & berat: 170 cm & 58 kg
Orangtua: Benny Iba, Herlina Papare
Anak ke: 1 dari 4 bersaudara
Istri: Lisa Fitri Yani
Anak: Rafael Benito (6), Vicente Daniel (2)
Klub: Pelita Jaya
KARIR di KLUB
1994-1997: Diklat Papua
1997-1998: Diklat Ragunan
1998-2002: Semen Padang
2002-2004: PSPS Pekanbaru
2005-2006: Arema Malang
2007: Persik Kediri
2008: Pelita Jaya
KARIR di TIMNAS
2001: Pra Piala Asia, SEA Games XI Kuala Lumpur
2006: Merdeka Games, BV International Cup
2007: AFF Championship, Piala Asia


Tidak ada komentar:
Posting Komentar