“Sungguh saya sangat bahagia. Penantian itu akhirnya terealisasi. Saya seperti terlahir kembali. Semoga ini kabar baik untuk karier saya di masa depan,” kata Boaz. “Gol itu saya persembahkan untuk istri saya, Adelina Gedy, dan putri saya Abigail Maria Putri Solossa. Juga untuk bangsa Indonesia yang sedang merayakan HUT RI ke-63. Saya bangga bisa jadi warga Indonesia,” Boaz menambahkan. Boaz dan Persipura memang pantas bergembira. Maklum, di tengah konflik internal terkait aksi pemukulan dan rencana pemecatan pelatih Raja Isa, “Tim Mutiara Hitam” mampu tampil gemilang. Eduard Ivakdalam dan kawan-kawan bermain tanpa beban dan seolah tak bermasalah. “Kami berharap konflik internal segera diselesaikan. Ini demi kebaikan Persipura,” kata Eduard. Aksi pemukulan kepada Raja Isa yang dilakukan kepala Dinas Trantib berinisial OM saat bermain imbang 1-1 melawan Persijap Jepara, Jumat (15/8), memang membuat suasana di tim Persipura sedikit tegang. Suporter Persipura tampak kecewa dengan aksi OM. Terbukti, dalam laga yang disaksikan sekitar 10 ribu kemarin nampak empat buah spanduk dibentangkan oleh Persipuramania dan wartawan peduli Persipura. Spanduk tersebut antara lain bertuliskan. “bos…bos…boooss jangan jadi preman kah”. Lalu "ada apa dengan managemen persipura kenapa ada korban" dan " hentikan premanisme di lapangan". Spanduk yang di bentangkan itu, merupakan bentuk keprihatinan Persipuramania atas insiden yang pemukulan terhadap Raja Isa. "Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut, apalagi dilakukan oknum pejabat di lingkungan Kodya Jayapura," ucap Engel, salah seorang penggagas aksi keprihatinan. Lepas dari masalah tersebut, sukses Persipura meraih kemenangan atas Persita mengantarkan mereka bertakhta di puncak klasemen sementara Djarum Indonesia Super Leagua (ISL) 2008/2009 dengan nilai 15. Para pemain Persipura bertekad sekuat tenaga mempertahankan prestasi yang diraih. “Saya dengar rumor aka nada pergantian pelatih. Jujur, saya masih berharap Raja Isa dipertahankan karena dia telah memberikan banyak hal untuk Persipura,” ucap Boaz. "Belum ada keputusan dari managemen tentang nasib pemecatan Raja Isa. Termasuk apakah posisinya yang dalam pertandingan kali ini dipegang Mettu Duaramuri sudah final atau belum,"ungkap Rudi Maswi. Debut Manis Gusnul Sukses Persipura meraih tiga poin juga diikuti Arema Malang yang menumbangkan PSM Makassar 2-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, semalam. Dua gol Arema disumbangkan duet bomber Emalue Serge dan Emile Betrand Mbamba. Keberhasilan itu menjadi kado terbaik bagi pelatih Gunsul Yakin yang melakukan debut bersama “Tim Singo Edan” menggantikan posisi Bambang Nurdiansyah. “saya bangga bisa meraih kemenangan. Tapi, saya belum puas dengan penampilan Arema secara tim. Masih banyak hal yang perlu dibenahi agar tampil lebih solid lagi,” ucap Gusnul. Sementara itu, nasib sial dialami pelatih Persiba Peter Butler. Tampil di kandang sendiri, Stadion Segiri, Samarinda, Persiba dikalahkan 1-2 oleh Sriwijaya FC. Hasil ini membuat posisi Butler sebagai pelatih kian tersudut. “Bukan mustahil aka nada pergantian di posisi pelatih. Butler harus intropeksi diri,” ucap Syahril H.M. Thaher, Ketua Umum Persiba. Akmal Marhali (TopSkor) dari Jakarta |
Rabu, 26 November 2008
Persipura Bertakhta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar