PERKARA gampang mengingat seorang Bio Paulin Pierre. Tampang: galak! Rambut: dikepang dua! Nomer punggung: 45. Match-jersey: kerap tergerai. Aksinya: lugas, tak kenal kompromi.
Ini musim Bio, sapaan akrabnya, bersama Persipura. Dua musim yang mengesankan. Tahun lalu, dalam musim terakhir Liga Indonesia, musim ke-13, Bio menjulang ketika dia bersama ‘mutiara-mutiara hitam’ lainnya sukses membawa Persipura ke semifinal Liga Indonesia.
“Soliditas kami bagus,” kata Bio. Itu sebabnya dia tak ragu ketika manajemen Persipura memperpanjang kontraknya di musim pertama Liga Super Indonesia ini. Nilainya? Bio tersenyum. “Ya, digitnya udah sembilan,” katanya.
Dikenal sebagai satu dari ‘triple-tower’ Persipura – dua lainnya Victor Igbonefo dan Kamasan Jack Komboy -- Bio memang defender tangguh. Ia selalu menjadi pilihan utama pelatih Raja Issa setiap Persipura berlaga dimana pun.
“Visi bermainnya bagus,” ucap Raja Issa suatu ketika. Satu lagi, Bio punya naluri tinggi untuk mencetak gol. Set-piece, terutama lewat sepak pojok, lihatlah: Bio sudah ada di kotak penalty lawan.
Berusia 24 tahun, Bio lahir bukan dari keluarga sepakbola. Ibunya, asli Prancis. Ayahnya seorang perwira tinggi polisi, letnan jenderal di Yaounde, Kamerun sana. Bersaudara sembilan orang, tujuh laki-laki, tak satu pun yang jadi pemain bola.
“Kakak saya ada yang jadi petinju di Spanyol. Ada juga yang jadi pelatih tennis di Madrid. Beberapa diantara juga ada yang kuliah di Jerman,” cerita Bio. Mengapa ia suka bola? “Senang. Hidup saya adalah untuk sepakbola,” jelas Bio.
Lahir di Nanga Eboko, 2 jam perjalanan dari ibukota Yaounde, Bio mengawali karirnya di klub Assylle FC, Yaounde pada tahun 2000. Musim berikutnya ia bertualang di Bossawah FC, Afrika Selatan. Satu musim di situ, pengagum Paolo Maldini dan Rigobert Song ini menyebrang ke Prancis, bergabung ke RC Lens, anggota Liga 1 Prancis yang berhome-base di kota yang berjarak 40 menit dari Paris itu.
Bio dua musim di Lens, sebelum kembali ke Kamerun, bergabung di Yunior Sportive Doualla, Assylle FC sampai seorang sahabatnya mengajak hijrah ke Indonesia, bergabung dengan Mitra Kukar Tenggarong yang ditukangi, saat itu, oleh Ivan Kolev. Ketika Kolev ‘dibeli’ Persipura Jayapura, Bio ikut menjadi gerbong pelatih asal Bulgaria itu.
“Kini, saya tertambat di Jayapura,” sebut Bio. Pasalnya? Bukan Cuma soal soliditas antar-sesama pemain yang tinggi, tapi ada lagi: ia jatuh cinta dengan seorang perempuan cantik asli Jayapura.
Namanya? Bio tersenyum. Ia seolah menghindar. Tapi, sebuah sumber terpercaya menyebut, perempuan cantik itu adalah anak seorang petinggi di kota Jayapura. Sudah 19 bulan Bio menjalin hubungan, dan berharap sampai ke jenjang pernikahan.
Baiklah, Bio. Selamat.
BIO & DATA DIRI
• Nama lengkap: Bio Paulin Pierre
• Tempat lahir: Nanga Eboko, Kamerun
• Tanggal lahir: 15 April 1984
• Tinggi-Berat: 187 cm – 78 kg
• Nama ayah: LetJend Benjamin
• Nama ibu: Nke Fransoise Salome
• Pemain Favorit: Paolo Maldini, Rigobert Song
• KARIR PEMAIN
• 2000: Assylle FC yaounde (Kamerun)
• 2001: Bossawah (Afrika Selatan)
• 2002: Lens (Prancis)
• 2003: Lens (Prancis)
• 2004: Yr Sportive Doualla (Kamerun)
• 2005: Assylle FC Yaounde (Kamerun)
• 2006: Mitra Kukar (Indonesia)
• 2007: Persipura Jayapura (Indonesia)
• 2008: Persipura Jayapura (Indonesia)
Selasa, 04 November 2008
Bio Pauline : Tembok Persipura
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar