Kamis, 21 Agustus 2008

Raja Isa Kritik Pemecatan Pelatih Tim Liga Super

Pelatih Persipura Jayapura Raja Isa, mengkritik keputusan sejumlah tim yang memecat pelatih dan pemain saat kompetisi Liga Super Indonesia 2008/2009 baru bergulir. Karena menurutnya, untuk menilai kinerja pelatih tak cukup hanya dua atau tiga pertandingan saja.Pernyataan itu diungkapkan Raja Isa usai pertandingan Deltras mela­wan Persipura yang berkesudahan 1-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa petang. "Hasil buruk di awal kompetisi belum bisa dijadikan uku­ran bahwa tim itu jelek. Demikian juga pelatih atau pemainnya diang­gap kurang maksimal. Saya kurang setuju dengan hal itu," katanya.Sejumlah tim yang sudah meleng­serkan pelatihnya pada awal musim ini adalah PSIS Semarang dan PSMS Medan karena dianggap tidak mam­pu mengangkat performa tim.Selain itu, pelatih Arema Malang Bambang Nurdiansyah mengundur­kan diri setelah timnya gagal meraih hasil maksimal pada dua laga kan­dang. "Kompetisi Liga Super Indone­sia tidak hanya satu dua pertandi­ngan, tapi ada 34 pertandingan. Pasti ada tim yang di awal musim belum tampil bagus, tapi ada juga yang sudah solid. Semua tim masih perlu penyesuaian dan pembenahan, de­mi­kian juga Persipura yang saya tangani," ujar Raja Isa.Pelatih asal Malaysia ini menyebut kekalahan timnya atas Deltras mem­buktikan bahwa tidak semua tim yang punya kualitas pemain bagus, sulit dikalahkan tim lebih lemah.Deltras yang sebelumnya kalah tiga kali beruntun dari PSM Makas­sar, PKT Bontang dan Persiba Balik­papan, mampu bangkit dari keterpu­rukan dan mengalahkan tim tangguh Persipura."Saya yakin Deltras akan terus berkembang menjadi tim yang solid dan bagus. Saya kenal betul dengan Abdul Rahman Ibrahim (pelatih Deltras). Beliau punya kualitas untuk memperbaiki kualitas timnya," tam­bah Raja Isa yang sudah dua musim ini menangani Persipura.
Sementara itu, pelatih Deltras asal Malaysia, Abdul Rahman Ibrahim mengatakan kompetisi sepakbola di Indonesia sangat berbeda dengan di negaranya.Permainan keras yang sering dipe­ragakan para pemain Indonesia, membuat kompetisi kurang bagus, bahkan cenderung merugikan pe­ma­in lawan. "Tiga pertandingan awal sudah memberi pengalaman dan pelajaran bagi saya untuk berbuat sesuatu buat tim ini. Deltras sudah mulai baik performanya, tapi terus dibenahi," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar