Kamis, 21 Agustus 2008

Ke Makassar, Raja Isa Bantah Tinggalkan Persipura

Minggu, 17/8/2008 17:55 WIB
JAKARTA, MINGGU - Pelatih Persipura Jayapura Raja Isa Bin Raja Akram Shah membantah isu dirinya meninggalkan Persipura. Isu tersebut muncul setelah ia dipukul oleh oleh panitia pelaksana pertandingan antara Persipura dan Persijap Jepara, Rabu (13/8) lalu.
Seorang sumber dekat Persipura mengatakan kepada Kompas.com bahwa Minggu (17/8) WIT pagi, Raja meninggalkan Hotel Relat, Jayapura, tempat ia menginap selama ini. Alasannya, pihak hotel meminta agar Raja mengosongkan kamarnya hari ini. Sayangnya, ketika Kompas.com meminta konfirmasi kepada Hotel Relat, tidak ada sepatah kata pun dari mereka perihal peristiwa tersebut.
Kompas.com kemudian menghubungi Raja yang ternyata sudah berangkat ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu pagi. Namun, Raja membantah bahwa ia meninggalkan Jayapura karena diusir pengelola hotel.
"Kunci hotel masih di tangan saya. Saya diberi izin oleh manajemen (Persipura) untuk melakukan medical check-up di Makassar setelah pemukulan itu. Saya merasa tidak enak badan, lalu saya bicara dengan manajemen untuk medical check up dengan dokter pribadi saya yang tinggal di Makassar," kata Raja ketika dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya, Minggu WIB petang.
Raja kemudian menegaskan bahwa ia sudah melupakan kasus pemukulan oleh panpel tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen tim Mutiara Hitam. "Isu ini sudah selesai, biarkan manajemen ini yang menyelesaikan. Saya tidak merasa tertekan, tidak mempersalahkan apa-apa. Semua ini demi kepentingan Persipura," tambahnya.
Raja sendiri menolak menjelaskan kondisi badannya akibat pemukulan tersebut karena tidak ingin memperpanjang permasalahan tersebut. Ia sengaja memilih berangkat ke Makassar karena di sana ia memiliki kerabat dekat sekaligus dokter pribadinya. Raja juga belum tahu sampai kapan akan berada di ibu kota Sulsel tersebut karena masih menunggu hasil medical check-up.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar