Pengamat sepak bola di Papua Pdt Dr Rainer Scheunemann mengatakan kemajuan sepak bola di Papua sangat tergantung dari sistem kompetisi yang teratur sejak usia dini, pelatih yang baik dan juga pengurus yang baik.
"Pasalnya selama ini kelihatannya pengurus sepak bola bukan mengurus kemajuan sepak bola tetapi justru menjadi penguras,"ujar Rainer komentator sepak bola saat Persipura bermain melawan tim tamu, di Jayapura Senin (31/3).
Ditegaskan kemajuan sepak bola di tanah Papua sangat ditentukan oleh sistem kompetsisi dan juga dana yang besar bagi pembinaan termasuk pelatihan wasit yang berkualitas.
"Saat ini di Papua bakat alam saja sudah tidak mungkin sebab harus ada teknik dan latihan dasar sejak usia muda. Disiplin dan mental itu terbentuk sejak masih usia dini dalam sebuah kompetisi yang teratur dan kontinu," ujar pelantun Lagu Persipura Pangaruh dan Persipura Ko Bikin Sudah.
Dia juga menambahkan kalau kompetisi antar klub yang mencakup semua umur mulai dari U10, U12. U15, U18,U21 dan U23 hingga senior secara teratur maka akan melahirkan suatu sistem pertandingan yang telah tertanam baik bagi seorang pemain.
"Bagi orang Papua bermain bola adalah harga diri dan kebanggaan sehingga dikembangkan secara baik, Apalagi dengan bermain bola sudah membuka lapangan kerja bagi anak anak Papua,"ujar Rainer yang juga dosen STT IS Kijne Abepura Jayapura ini.
Selasa, 06 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar