JUBI—Pada pertandingan Patah Kaleng antar SD, dalam rangka memeriahkan HUT Tabloid Dwi Mingguan Jujur Bicara (JUBI) ke 13, Anak-anak Jalanan Manokwari (Anjalma) FC bermain imbang 1-1 saat menghadapi Hallintar B.
Anjalma berhasil mengungguli Hallintar B pada menit ke 15 melalui hadiah tendangan bebas. Wasit Steven dan Hanis meniup peluit ke 15 akibat pemain belakang Hallintar melakukan pelanggaran di lingkaran kaleng.
Pemain depan Anjalma tak menyia-nyiakan peluang emas ini. Dengan memanfaatkan tendangan belakang tumit, akhirnya kaleng berhasil dijatuhkan. Keunggulan Anjalma hanya bertahan hingga babak pertama. Memasuki babak kedua, anak-anak Halilintar mulai meningkatkan permainan. Hingga dua menit menjelang akhir babak kedua, penyerang Hallilintar, Abner, berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Abner mampu mengecoh kedua pemain belakang Anjalma dan menjatuhkan kaleng. Kedudukan ini tetap hingga babak kedua berakhir.
Selanjutnya, pada pertandingan kedua antara klub Halilintar A melawan SD Inpres Bertingkat Perumnas Satu, kedua tim bermain imbang 1-1. Anak-anak SD Inpres Bertingkat Perumanas Satu unggul terlebih dahulu. Pada menit ke 10, pemain SD Inpres, Vijay, berhasil menjatuhkan kaleng yang dijaga para pemain belakang Halilintar A. Pada babak kedua, Halilintar A mampu menyamakan kedudukan, lewat hasil gocekan Andika, kaleng dirobohkan. Skor 1-1 hingga peluit panjang berbunyi.
Pertandingan yang berlangsung di lapangan Perumnas II Waena, Abepura, Jayapura, disaksikan puluhan penonton. Mereka menyaksikan anak-anaknya yang berlaga dalam Kompetisi Pertama Sepak Bola Patah Kaleng di Kota Jayapura. “Sebenarnya anak-anak sangat senang dengan pertandingan tetapi karena jarang ada kompetisi seperti ini, sehingga sangat sulit mereka berkembang,” ujar Suratmi, seorang guru dari SD Inpres Bertingkat Perumnas Satu kepada Jubi, Senin (7/9). Diharapkan, ke depan, turnamen ini bisa menjadi ajang untuk pembinaan bakat sepak bola di Tanah Papua.
Pertandingan patah kaleng tidak memakai gawang, hanya sebuah kaleng dengan tendangan pinalti yang menggunakan tumit kaki. (Dominggus A Mampioper/Ronald Manufandu)
Senin, 07 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar