Andaikata Boaz Theofilus Erwin Solossa tak cidera sejak Liga Indonesia 2005 pasti dia jadi pencetak gol terbanyak. Rupanya harapan itu pupus sudah sebab lelaki kelahiran Sorong 16 Maret 1986 mengalami banyak terjangan dan tackle keras dari para pemain belakang lawan.
Sebut saja misalnya pada membela tim Merah Putih melawan Singapura, kemudian selama Liga Indonesia 2005 lalu mendapat 17 jahitan saat membela tim Mutiara Hitam. Rupanya cidera itu berlanjut saat tim Merah Putih uji coba melawan kesebelasan Hongkong. Boaz ditackle sangat keras dari belakang sehingga ia terpaksa istirahat selama enam bulan.
Sewaktu membela tim Merah Putih di kancah Piala Tiger pernah jadi top scorer, meski tak mengantar tim Nasional jadi juara.
Bayangkan saja selama putaran pertama ISL, Boaz tak secara penuh ikut kompetisi karena masih didera cidera dan istiraha selama enam bulan. Barulah menjelang akhir putaran pertama ISL suami dari Adelina Gedi Solossa ini bermain penuh hingga putaran kedua berlangsung. Goal yang berhasil dikoleksi ayah dari Abigael maria Putri Solossa sebanyak 20 dan ada kemungkinan bisa bertambah lagi. Pasalnya tinggal empat laga lagi Persipura bermain melawan Persija, Persitara, PSMS Medan dan Sriwijaya FC.
Walau demikian Boaz mengaku dia tidak bermain sendiri sebab bermain sepak bola sebab ini semua hasil permainan tim. “Puji Tuhan saya tidak bermain sendiri, ini semua hasil kerja sama tim,”aku Boaz merendah.
Kelebihan Boaz alias Boci selain mampu menjadi target man, ia juga mengisi second line barisan penyerang yang sudah diisi Albertho Goncalves dan Ernest Jeremiah Chukwuma. Ia juga tak jarang turun bermain ke lini tengah membantu Eduard Ivakdalam dan Imanuel Wanggai.
Jumat, 15 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar