Oleh : Dominggus A Mampioper
25-Mar-2009, 00:50:20 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Terima kasih atas dukungan dan doa kepada Persipura, begitulah SMS yang selalu dibalas dari Pelatih Kepala Persipura Jayapura, Jecksen Tiago kepada HOKI setiap pertandingan, baik kalah melawan Persik Kediri maupun setiap meraih kemenangan di laga kandang, Minggu (22/3) melawan PKT Bontang di Mandala.
Kemenangan yang berasil diraih tim Mutiara Hitam ini semakin memperkokoh kedudukan anak-anak asuhan pelatih asal Brasil tersebut untuk tetap mempertahankan prestasi yang telah diraih pada putaran pertama ISL. Hampir setiap pertandingan laga kandang maupun tandang pelatih Jecksen selalu mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Salah satu SMS-nya beberapa waktu lalu saat Persipura melawan Persela Lamongan adalah, ”Kemarin di Lamongan sebuah bukti bahwa Tuhan bersama kami, di bawah hujan lebat permainan anak-anak tetap konstan seperti tidak ada hujan Bung. Tuhan sungguh luar biasa.”
Meskipun saat ini Persipura berada di puncak, namun pelatih Jecksen tidak larut dan bangga dengan semua pujian. “Kita harus selalu kerja keras untuk meraih point,” ujar Tiago mantan pelatih Persebaya Surabaya. Menurut dia, setiap pertandingan amat penting dan sangat berat. “Kita akan berusaha sekuat tenaga mengimbangi permainan mereka, memang tugas berat yang menantikan kami, tetapi kita akan bekerja keras dan selalu mengandalkan Tuhan dalam menghadapi tantangan ini,” tulis Jecksen dalan SMS-nya kepada HOKI di Jayapura beberapa waktu lalu.
Memang saat ini kualitas pemain Persipura merata dan sangat kompak serta saling memahami karakter masing masing terutama sang jenderal lapangan tengah Eduard Ivakdalam. Kapten Persipura ini masih terlihat sangat dominan dalam mengatur ritme dan irama permainan anak anak asuhan Jecksen Tiago. Tanpa Edu, panggilan sang Kapten, tim Mutiara Hitam ibarat kehilangan roh. Faktor ketergantungan kepada Eduard Ivakdalam inilah yang menjadi persoalan bagi Persipura jika harus main tanpa Ivakdalam.
Saat ini Boaz, Ricardo Salampessy, Ian Luis Kabes, Gerald Pangkali, Imanuel Wanggai harus siap menerima tongkat estafet dari Ivakdalam dan Jack Komboi. Namun selama pertandingan tampaknya peran Ivakdalam belum ada pengganti yang tepat. Banyak pihak mengusulkan David Lali gelandang penyerang Persipura U 21 yang pantas menggantikan posisi Ivakdalam tetapi sayangnya David tidak mendapat tempat di dalam tim senior Persipura. Bahkan sangat sulit anak-anak Persipura U-21 menembus skuad senior Persipura. Akibatnya Tibo atau Titus Bonay, Octo Maniani dan Michel Nere harus hijrah bermain di luar Papua yakni di PKT Bontang dan PSMS Medan.
Untuk putaran ISL 2009, peluang Persipura sangat besar dan tinggal bagaimana mempertahankan posisi puncak yang telah diraih. Bahkan mantan pemain Perseman Manokwari dan PKT Bontang, Yonas Sawor kepada wartawan di Jayapura mengatakan bahwa pelatih siapa pun mampu membawa Persipura ke jenjang puncak klasemen. Ditegaskan kekuatan tim komplit, semua materi bagus dan tidak perlu ganti-ganti formasi, cukup dengan materi pemain yang ada sudah bisa meraih hasil terbaik.
Namun demikian, banyak pihak mengingatkan Persipura agar jangan terlena dengan torehan prestasi dan pujian. Bagaimana pun juga, sepak bola sangat ditentukan di lapangan sehingga mau tidak mau anak asuh Tiago ini harus mewaspadai tim-tim kuda hitam dengan jeli dan seksama.
Selasa, 31 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar