Jumat, 06 Maret 2009

Lolos Murni

Persipura menjadi tim pertama yang memastikan tiket babak 8 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia. Hal itu seiring dengan kesuksesan Tim Mutiara Hitam mengalahkan tuan rumah Persema 2-1 di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (4/3).

Persipura pun melenggang dengan agregat 5-1 setelah pada pertandingan leg pertama di Jayapura menang 3-0. Keberhasilan ini membuktikan bahwa Persipura setingkat lebih unggul dibanding tim lawan. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Persema di kandang mereka musim ini.

"Ini semua menjawab bahwa memang kami menang dan lolos murni karena kemampuan, bukan karena wasit," ujar Ortizan Solossa, bek sayap kiri Persipura. Kemenangan juga menunjukkan Persipura siap tampil dalam segala kondisi. Termasuk saat tak didampingi sang pelatih, Jacksen F. Tiago, yang mudik ke Brasil karena urusan keluarga.

"Tugas saya sedikit dipermudah karena anak-anak sudah mengerti peran masing-masing di lapangan. Saya tinggal melakukan improvisasi sesuai dengan situasi," ungkap Mettu Duaramuri, asisten pelatih.

Kejelian Mettu berimprovisasi saat memasukkan Boaz di awal babak pertama menggantikan Yustinus Pae membuahkan hasil. Arus serangan menjadi lebih tajam setelah sebelumnya Persipura hanya turun dengan satu striker, Ernest Jeremiah. Persipura, yang sempat tertinggal 0-1, berbalik unggul menjadi 2-1.

Bahkan skor kemenangan bisa lebih besar lagi apabila di babak pertama Boaz bisa mengeksekusi hadiah penalti yang diberikan wasit Yandri setelah Aris Budi Prasetyo handball.

Pelatih Persema, Subangkit, tidak terlalu kecewa dengan hasil ini. "Kekalahan 0-3 di leg pertama membuat peluang tim saya lolos ke babak 8 besar menipis. Hal itu membuat saya tak membebani target apa-apa di leg kedua ini," kata mantan pelatih timnas U-16 itu. (Indra Ita/Ario Yosia)





Perkelahian Rocha-Bio
Dipicu Rasa Iri?

Suasana tim Persipura sempat tidak kondusif sehari sebelum pertandingan melawan Persema pada leg kedua babak 16 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (4/3). Persoalan berpangkal pada aksi keributan antara dua pemain asing Tim Mutiara Hitam, Bio Paulin Pierre dan David da Rocha, saat sesi latihan mencoba lapangan, Selasa (3/30) sore.

Rocha, yang merasa Bio "sengaja" sering salah umpan kepada dirinya, melayangkan pukulan ke pemain asal Kamerun tersebut. Tak terima diperlakukan seperti itu Bio membalas. Perkelahian tak dapat dihindari dan baru berakhir setelah pemain Persipura lain dan ofisial menengahi. Rocha pipinya bengkak sehingga akhirnya tak melanjutkan latihan.

Kubu Persipura mengklaim kedua pemain telah berdamai dalam acara ritual kebaktian malam setelah latihan. "Ini hanya kesalahpahaman biasa. Sepak bola kan olah raga yang menguras emosi, kadang pemain lepas kontrol karena kelelahan," ujar Mettu Duaramuri, asisten pelatih, yang diamini kedua pemain.

Mettu membantah rumor yang menyebutkan bahwa perkelahian ini dipicu persaingan tak sehat antara pemain asing. Rocha, yang belakangan kerap dicadangkan, merasa iri kepada Bio yang selalu menjadi pilihan utama. "Tidak seperti itu. Kedua pemain sangat akrab. Mereka sudah seperti saudara karena bermain bareng selama beberapa tahun terakhir," sebut Mettu, yang diamini dokter tim, Agustinus Kambu. (idr/yos)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar