Senin, 02 Februari 2009

Mampukah Mutiara Hitam Menembus Badai Pegunungan

Jubi- Jelang derby Minggu (1/2) Persipura tentunya akan memberikan catatan tersendiri bagi anak asuh JF Tiago dalam pertandingan nanti. Pasalnya Badai Pegunungan terkenal sulit ditembus dan dikalahkan di Stadion Pendidikan,angin Kurima yang berhembus dan faktor ketinggian jelas berpihak kepada skuad Suharno mantan pelatih Persipura ini.

Memang secara teknis Persipura sudah siap sebab sudah melakukan persiapan matang mulai di Batu Malang hingga banyak melakukan uji coba melawan tim di Jawa, dan terakhir di Jayapura. Dengan kesiapan ini secara mental anak anak asuhan JF Tiago ini jelas di atas angin bukan berarti meremehkan kemampuan tuan rumah anak anak Badai Pegunungan. Ingat ini bermain di Wamena jadi semangat anak anak gunung akan bangkit untuk menyerang ke gawang Jendri Pitoy.
Seandainya Suharno menginstruksikan Pieter Rumaropen dan kawan kawan bermain menyerang dan terbuka sejak menit menit awal jutru akan diladeni dengan baik oleh Eduard Ivakdalam. Bahkan menguntungkan Persipura yang senang bermain menyerang. "Semua orang sudah tahu bahwa permainan khas Persipura adalah menyerang,"ujar sang Jenderal Lapangan Tengah Ivakdalam.
Namun kendalanya dalam laga di Wamena gelandang elegant Gerald Pangkali tidak diturunkan,ini berarti beban kerja Ivakdalam agak berat. Kalau pun pelatih akan menurunkan Imanuel Wanggai, Paolo Rumere dan Stevie Bonsapia performance mereka tak sama baiknya dengan Gerald Pangkali. Mantan pemain Persija ini dalam beberapa laga telah berhasil berbagi peran dengan sang Kapten Ivakdalam. Sedangkan ketiga pemain muda ini pernah bermain tak belum padu benar.
Apalagi lini tengah Persiwa dikoordinir oleh Imanuel Padwa dan Kadiwaroe rekan satu tim Pangkali, Boas dan Ricardo dalam tim PON Papua di Palembang lalu hingga mereka memiliki pengalaman dan tahu kelebihan masing masing. Jadi boleh dibilang perseteruan kawan kawan satu tim di PON Palembang.
Sebaliknya kalau pelatih Suharno menerapkan pola bertahan dengan lima pemain belakang dan tiga gelandang serta menyisakan Piter Rumaropen dan Barkoui di depan, justru menguntungkan Persiwa.Pasalnya pertahanan berlapis atau grendel telah terbukti memandulkan penyerang Persipura baik Boaz, Beto dan Jeremiah. Melawan Arema dan Persela Lamongan Persipura sulit menembus dan membuat gol.

Pada strategi bertahan justru memberikan gerak Pieter Rumaropem dan Barkoui untuk merajela di depan tentunya peran gelandang Imanuel Padwa sangat penting untuk menyuplai bola dalam serangan balik Persiwa. Posisi pertahanan Persipura terlemah berada pada posisi pemain senior Persipura Jack Komboi, kelalaian yang dibuat Jack tentunya berakibat fatal sebab Rumaropen dan Barkoui punya kemampuan skill individu yang tinggi dan cepat. Walau demikian dua striker ini baru pertama kali bermain di Persiwa sehingga perlu waktu untuk beradaptasi dan menyesuaikan irama permainan Persiwa. Namun sebagai pemain profesional sudah pasti Barkouni akan cepat menyesuiaikannya.
Peringatan yang disampaikan pelatih JF Tiago untuk jangan meremehkan Persipura patut didengar dan dijalankan sebab semangat badai Pegunungan untuk meraih scudetto sangat besar. Apalagi Jacksen sendiri mengakui bahwa tim Persiwa selalu menang di kandang selama empat tahun berturut turut. Mampukah Mutiara Hitam menembus atau memecahkan rekor Persiwa di kandang ? Semuanya tergantung pertandingan Minggu (1/2) di Stadion Lapangan Pendidikan antara derby Papua. (Dominggus A ಮಮ್ಪಿಒಪೆರ್)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar