Selasa, 13 Januari 2009

JF Tiago : Kita Tidak Boleh Terjebak Dalam Banyak Pujian

ubi-Meski banyak pengamat sepak bola di Indonesia termasuk beberapa pelatih sebagaimana dilansir dalam Tabloid Bola edisi Jumat 2 Januari 2009 mengulas Persipura menjadi kandidat paling kuat juara Indonesia Super Liga.
Agaknya sangat beralasan karena pada paroh musim ISL saja tim bertajuk Mutiara Hitam telah meraih scudetto tetapi jangan terjebak dalam pujian sebab pertandingan sesungguhnya belum selesai.
“Kita tidak boleh terjebak dalam pujian ini, karena perjuangan kami masih sangat panjang,”ujar Pelatih Kepala Persipura Jayapura Jacksen F Tiago kepada Jubi belum lama ini menanggapi komentar dan pujian para pengamat sepak bola di tanah air.
Lebih lanjut Jacksen F Tiago menambahkan banyak tantangan akan datang pada putaran kedua Indonesia Super Liga (ISL) 2008-2009.
Agaknya tidak berlebihan pendapat pelatih Persipura asal Brasil ini. Menurut data yang diperoleh Tabloid Jubi dari berbagai sumber bahwa tantangan pertama yang kini dialami klub klub peserta ISL adalah jadwal pertandingan yang sering berubah. Hingga tak heran kalau progam latihan yang telah dijalankan mulai bergeser dan tentunya menambah beban mental dan juga biaya yang tak terduga sebelumnya. Kebijakan Badan Liga Indonesia (BLI) atas permintaan PSSI mengubah jadwal putaran II Djarum ISL dari tanggal 3 Januari menjadi 27 Januari jelas menguntungkan mau pun merugikan terutama tim yang serius menyiapkan diri tetapi akhirnya jadwal berubah. Hal ini memberikan dampak buruk bagi bagi persiapan tim sesuai jadwal dan kondisi puncak pemain pun ikut bergeser.
Tantangan kedua adalah ada beberapa pemain Persipura yang dipanggil untuk memperkuat skuad PSSI Senior masing masing Boas T Solossa dan Ricardo Salampesy. Mungkin posisi Salampesy masih bisa diisi oleh Ian Luis Kabes atau Heru Nerly tetapi posisi Boas agak sulit karena pemain pengganti Persipura lainnya belum bisa menyamai kemampuan skill individu dari Boas. Apalagi Boas, Jeremiah dan Beto sudah begitu padu sehingga agak riskan kalau dia tak bermain. Meski ada beberapa pemain lainnya seperti Korneles Kaimu dan Tinus Pae serta pemain Persipura U 21 Titus Bonay (Tibo) tetapi mereka ini perlu waktu untuk menyesesuaikan. Kepincangan antara pemain pengganti dengan pemain pilar utama terlalu jauh dan tidak sebanding jelas mempengaruhi jalannya permainan tim.
Tantangan ketiga adalah factor akumulasi kartu dan juga cidera. Terutama pemain pemain pilar seperti Victor Igbonefo, Gerald Pangkali, Jack Komboi dan sang jenderal lapangan tengah Eduard Ivakdalam.
Sedangkan tantangan ke empat adalah factor non teknis yang seringkali terjadi di dalam kompetisi liga Indonesia terutama factor kepemimpinan wasit yang tidak netral dan juga tekanan tekanan dari penguasa PSSI untuk memenangkan salah satu klub demi kepentingan tertentu terutama menjelang Pemilu 2009. Faktor Pemilu juga bisa menjadi pemicu jadwal yang berubah karena konflik kepentingan yang merobah jadwal pertandingan.
Namun yang jelas anak anak asuhan JF Tiago ini sudah kepalang tanggung menjuarai paroh musim hingga sangat penting untuk tetap mempertahankan posisi yang telah diraihnya. Berlatih di Batu Malang sangat membantu meningkatkan stamina, teknik dan juga kekompakan tim tetapi sekali lagi jadwal kompetisi yang berubah jelas mengganggu kesiapan tim. Kondisi ini pula dapat merobah strategi menghadapi kompetisi yang berat dan sangat melelahkan ini.
Selanjutnya mulai Selasa (6/1) Persipura mulai melakukan latihan di Jayapura hingga 20 Januari dan akan berlatih kembali di Batu Malang hingga melakukan tour de Jawa melakoni laga Indonesia Super Liga (ISL) 2008-2009.Bravo Persipura, prestasimu adalah kebanggaan orang Papua.(Dominggus A Mampioper)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar