Rabu, 17 Desember 2008

Persipura Serius Lakukan Latihan di Batu Malang

Boci in action (Foto Odeo data)
Beto di depan gawang lawan(Odeo data pu foto0
Persipura 2008 (Odeo data pu foto)
Persikapas di Jayapura beberapa waktu lalu.

Langkah yang dilakukan Persipura lebih serius. Tidak tangung-tanggung, pelatih Jacksen F. Tiago memboyong anak buahnya sampai ke Pulau Jawa. Sudah hampir setengah bulan Eduard Ivakdalam dkk. menjalani pemusatan latihan di kawasan pegunungan Batu, Malang.
“Udara pegunungan sangat bagus untuk menambah kapasitas paru-paru pemain," ujar Jacksen.

Agar program tersebut lebih efisien, pelatih asal Brasil itu juga mencari lawan tanding untuk Tim Mutiara Hitam. "Kami juga menggelar sejumlah pertandingan uji coba dengan klub-klub lokal Malang dan Jatim,” sambung Jaksen

Selama di sana Persipura juga melakukan uji coba melawan beberapa tim di sana antara lain menang lawan Persikapas Pasuruan dengan memasang beberapa pilar muda yang selama ini jarang diturunkan.

“Sebenarnya kami harus menang besar atas mereka (Persekapas), karena banyak peluang yang tercipta, tetapi pemain terlihat belum tenang di samping itu kerja sama satu dua belum padu dalam membongkar pertahanan lawan masih belum tajam,”ujar Jacksen F Tiago. Karena itu lanjut Jacksen terus mengasah lini depan sehingga memiliki naluri goal yang tinggi.

Saat uji coba melawan Persikapas Boaz ditarik aga ke belakang menjadi penyerang lubang, sebab kata Jacksen pertimbangan ini dilakukan karena Boaz memiliki naluri goal yang tinggi buktinya dalam putaran pertama ISL dia mampu mencetak 9 goal. Boaz juga memiliki skill individu yang tinggi, mampu mengelabui pertahanan lawan, jika pemain depan yakni Beto dan Jeremiah sulit menembus pertahanan akibat dikawal pemain belakang tim lawan dengan pressur yang ketat. Pada kondisi pertahan lawan sulit ditembus maka Boaz mampu menggunakan kemampuan skill individunya untuk menembus pertahan lawan. Hal ini telah terbukti saat Persipura melawan Lamongan di mana pertahanan lawan yang begitu rapat mampu ditembus oleh Boaz hingga membuahkan gol.

Selama di Batu Malang, pelatih Tiago tidak terlalu banyak merombak posisi pemain, baik di lini depan, belakang mau pun tengah. Hanya saja untuk pemain depan kata Tiago ada sedikit memberikan porsi latihan tambahan khusus agar mereka memiliki baluri goal yang tinggi. “Boaz sangat senang bermain pada posisi demikian,”ujar Jacksen.

Menanggapi latihan di luar Papua, menurut beberapa pemain menambah kekompakan tim dan juga ketenangan sehingga mereka benar benar bisa berkonsentrasi dalam berlatih. “Percuma latihan jauh dari Papua kalau tidak meraih scudettor,”ujar Anton warga Dok V yang tiap sore tidak pernah absent nonton Persipura kalau berlatih di Stadion Mandala.

Berbeda dengan tim lain yang tetap berlatih di kandang, karena alasan penghematan biaya, mayoritas tim asal Jatim ini hanya berencana menggelar latihan fisik di dekat kota. Persik misalnya. Tim berjuluk Macan Putih ini telah menuntaskan program latihan mereka di kawasan perbukitan Poh Sarang, Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Persela lebih memilih berbenah diri di kawasan Wisata Bahari Lamongan, yang memiliki pantai landai.

“Program latihan di pantai sangat baik untuk memperkuat otot. Kami harus menambah kekuatan pemain karena libur cukup lama. Setelah itu baru masuk pemantapan taktik, strategi, dan uji coba,” ungkap Agus Yuwono, asisten pelatih.

Selain masalah fisik, penyegaran mental pemain tampaknya juga menjadi perhatian Persibo. “Bojonegoro punya daerah pegunungan kapur dan hutan jati. Saya akan bawa pemain ke sana. Selain latihan fisik, juga bisa untuk penyegaran mental,” ujar Sartono Anwar, pelatih Persibo.



Dari ibu kota, Persitara, yang baru saja memastikan lolos ke babak 24 besar, tampaknya masih asyik mencari pemain baru.

"Untuk saat ini, kami masih fokus dalam pencarian pemain. Yang terakhir bergabung adalah Prince Kabir dari Nigeria. Persiapan lainnya menyusul," ujar manajer Persitara, Harry Ruswanto. (tot/cw-4/dominggus a mampioper)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar