Rabu, 17 Desember 2008

Benny Menjawab Kritik



Kritik pedas yang meluncur dari pers setelah kekalahan 0-2 dari Singapura membuat Benny Dollo putar otak. Sebuah keputusan mengejutkan pun keluar saat pelatih timnas itu memanggil dua pemain Persipura, Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy, Jumat lalu.

Boaz Solossa, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas timnas. (Foto: Tjandra M. Amin/BOLA)

Boaz dan Ricardo, yang minggu lalu masih mengikuti pemusatan latihan Persipura di Batu, Malang, diyakini tak akan memiliki kesulitan untuk segera bersatu dengan irama timnas.

“Mereka sebenarnya sudah ada di tim ini sejak pengumuman pemain bulan lalu. Lagipula kedatangan mereka tak hanya untuk Piala AFF, tapi juga Pra-Piala Asia nanti,” sebut Benny memberi alasan keputusannya.

Namun, tak dimungkiri, Boaz pun dijadikan jawaban alternatif setelah lini depan timnas yang hampir selalu mengandalkan duet Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas akhir-akhir ini terlihat mandul melawan tim-tim kuat seperti Singapura.

Masuknya dua pemain ini pun disambut baik para pemain lama. “Ini suatu yang positif, paling tidak masuknya mereka dapat menambah kekuatan,” jelas Bambang. Dalam sebuah permainan sepakbola yang penuh efek psikologis, tentunya sisi positif ini yang diharapkan Bambang mampu dipertahankan hingga kans menang semakin besar.

Elie Aiboy, salah satu pemain paling senior asal Papua, pun yakin masuknya Boaz bakal membuat perubahan besar di timnas. Perihal cedera dan kondisi fisik Boaz, Elie tak ragu. “Terbukti ia sudah bisa mencetak sembilan gol di kompetisi Liga Super yang sangat ketat. Ia sudah tak ragu lagi dalam bermain, bahkan sudah tak trauma. Mau bukti apa lagi? Apalagi semua pemain tak menolak kehadiran mereka berdua,” tegas Elie.

Tambah Kekuatan

Boaz maupun Ricardo juga tak tampak risih setelah terlihat diistimewakan manajemen timnas lantaran dipanggil saat-saat akhir Piala AFF Suzuki 2008 ini.

“Terima kasih kepada timnas karena saya telah diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan lagi. Kondisi saya bagus, semoga besok bisa menang,” ujar Boaz.

Hal sama juga diucapkan Ricardo. “Saya harap kehadiran kami benar-benar membawa manfaat dan menambah kekuatan timnas. Jangan menganggap kami sebaliknya,” sebut Ricardo.

Ricardo, yang selama timnas Piala Asia lalu beroperasi sebagai bek kanan, memang dikenal tangguh. Ia menjadi pilihan Ivan Kolev dalam berduel dengan pemain-pemain depan lawan, terutama yang memiliki postur tubuh lebih tinggi dari rata-rata pemain Indonesia.

Boaz terakhir membela timnas saat menang uji coba menjelang Piala Asia lalu melawan Hong Kong yang menyebabkan kakinya cedera dan baru sembuh setahun kemudian.

Kali ini, di tengah sorotan atas mental bertandingnya yang sempat turun, Boaz diharapkan menunjukkan bakat luar biasanya dalam melakukan dribel menembus pertahanan Thailand seperti yang selama ini biasa ia lakukan di kompetisi. (Ary Julianto)


Siapa Dikorbankan?

Masuknya dua pemain baru asal Persipura, Boaz Solossa dan Ricardo Salampesy, tentu akan membuat skuad timnas Indonesia harus sedikit dirombak. Pencoretan pemain timnas menurut asisten manajer Chandra Solehan sepertinya juga akan dilakukan mengingat beberapa pemain tengah menghadapi kendala kesehatan setelah serangkaian latihan di Sawangan.

Jika Indonesia memaksa memasukkan Boaz dan Ricardo ke dalam 22 pemain, maka dua pemain harus dicoret. Namun, hal ini hanya bisa dilakukan dengan alasan mereka dalam kondisi cedera sehingga tak mampu bermain.

Aturan yang berlaku soal pemain menurut Chandra tak ditabrak timnas saat ini. Menurut asisten manajer ini, semua tim peserta memang boleh mendaftarkan 30 pemain, di mana Boaz dan Ricardo sudah termasuk di dalamnya. Selanjutnya dalam pertemuan terakhir manajer sebelum turnamen digelar, 22 nama pemain harus dimasukkan atau didaftarkan.

Dari jumlah tersebut, dalam pertemuan teknik sehari sebelum pertandingan harus dipilih 20 pemain yang akan diturunkan dalam laga. “Nah saat ini kita sudah memiliki 22 pemain. Selama ini memang stoper Usep Munandar dan kiper Dian Agus Prasetyo belum pernah dimainkan atau duduk di bench, bahkan belum pernah memakai seragam,” jelas Chandra.

Guna mengusung Boaz dan Ricardo, kini tengah dipikirkan siapa dua pemain yang akan diganti. “Terus terang saya belum bisa memberi gambaran soal itu saat ini. Mungkin besok sudah ada jawabannya,” tambah Chandra.

Namun, dari sejumlah isyarat, dua pemain seperti Fandy Muchtar, yang sempat mengalami flu, atau Muhammad Roby, yang sempat jatuh sakit, bisa saja digusur. Tetapi, tentunya semua mesti diperhitungkan dengan masak. Meski sempat mengalami penurunan kualitas permainan, Roby tetap dibutuhkan. Mungkin Usep, yang tak pernah main, akan dikorbankan jika duo Persipura harus masuk tim inti.

Boaz sendiri rencananya akan menempati dua pilihan posisi di skuad Benny. “Dia bisa dipasang sebagai gelandang sayap kiri atau second striker, bahkan mungkin striker,” jelas Widodo C. Putro, asisten pelatih.

Semua strategi yang bakal digunakan nanti masih menunggu konfirmasi Benny Dollo. Sang pelatih hingga kini belum memberi isyarat tentang strategi yang bakal ia terapkan Selasa nanti. Namun, usaha mengejutkan lawan yang dilakukan Benny patut mendapat pujian.

Dalam sebuah peperangan, faktor kejutan memang sering kali dibutuhkan guna melumpuhkan lawan. (ary)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar