Selasa, 04 November 2008

Papua Perlu Kembangkan Sepakbola dan Iptek

JUBI-Mantan Arsitek “Mutiara Hitam” Persipura yang kini menukangi PSM Makassar Raja Isa menegaskan, selama ini Papua tak melakukan konsentrasi kepelatihan. Kedepan di seluruh wilayah Papua perlu dilakukan pembinaan dasar sepakbola Iptek.

“Papua memiliki pesepakbola potensial yang gesit dan lincah dalam bermain sepakbola, tapi belum melengkapi diri mereka dengan pengetahuan dasar sepakbola yang baik,” tegas Raja Isa usia menjadi salah seorang instruktur dalam kursus pelatih, wasit, perangkat pertandingan yang diselenggarakan Pengda PSSI Papua di Jayapura 27 Oktober sampai 3 November 2008 di Lapangan SMA Katolik Taruna Dharma, Kotaraja, Jayapura Kamis (30/10) petang. Kegiatan kursus ini diikuti 17 pelatih sepakbola di seluruh wilayah di Papua. Kegiatan ini memadukan antara praktek 60 persen dan teori 40 persen. Untuk itu, menurut Raja Isa, seyogyanyalah masyarakat sepakbola di Papua melakukan pembinaan sepakbola dasar melalui pendekatan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sebagaimana peraturan AFC dan FIFA. “Selama ini Papua tak melakukan konsentrasi kepelatihan sehingga talenta-talenta pesepakbola banyak yang terbuang percuma,” ujar Raja Isa. Karena itu, kedepan Pengda PSSI Papua seyogyanyalah melakukan pendekatan Iptek bersama sepakbola dasar sebagaimana yang pernah dilakukan Persidafon Jayapura dan Universitas Cenderawasih beberapa waktu lalu. Perihal pemahaman pelatih-pelatih sepakbola peserta kursus lisensi D ini, menurut Raja Isa, cukup menjanjikan yang diukur dari antusiasme mereka mengikuti pelatihan dan membiayai sendiri kursus kepalatihan ini sebesar Rp 7,5 juta/orang. Hanya saja usia pelatih yang hadir bahkan telah mencapai 50 tahun, padahal peraturan AFC pelatih seorang pelatih minimal berusia kurang dari 39 tahun. Meski mereka berusia di atas 40 tahun tetapi antusiasme mereka sangat tinggi buktinya mereka sendiri yang membiayai penyelenggaraan kursus ini. “Kedepan seluruh kabupaten di Papua melakukan kursus pendekatan Iptek bersama sepakbola dasar. Kalau itu dijalankan di seluruh Papua khususnya kabupaten penyedia pemain bola, maka ke depan kesebelan di Papua tak perlu pemain asing lagi,” ujar Raja Isa seraya menambahkan untuk apa mengeluarkan uang kepada pemain asing sebab di sinikan gudang pemain bola. Pemantauan JUBI dalam sesi pelatihan tersebut, Raja Isa memberikan pelatihan dasar-dasar pelatihan sepakbola yang telah diprogramkan seperti melakukan wall pass, menyundul, penguasaan bola, menembak, sliding tackle dan lain-lain. Raja Isa melakukan sembari mengulangi cara melakukan passing yang akurat melalui pandangan kepada rekan yang diberikan umpan. (Makawaru da Cunha/Dominggus A Mampioper)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar