Jumat, 07 November 2008

Jelang Derby Papua

John Banua dan skuad Persiwa


JUBI-Pertandingan tanggal 25 Oktober 2008 nanti di Stadion Mandala merupakan ajang bergengsi antara dua tim papan atas ISL 2008 atau boleh disebut Derby Papua (Perang dua tim satu daerah). Pasalnya, selama pertemuan dua saudara ini beberapa waktu lalu diungguli oleh kesebelasan Badai Pegunungan Persiwa Wamena. Apalagi saat ini Persiwa ditukangi oleh coach M Suharno yang pernah menyelamatkan tim “Mutiara Hitam” Persipura Jayapura dari jurang degradasi.

Banyak pengamat bola termasuk Demi Heipon dalam komentarnya pada siaran langsung RRI Jayapura belum lama ini menegaskan, bahwa tim “Mutiara Hitam” Persipura memiliki kualitas pemain yang rata-rata bagus dan kolektivitas yang baik, hingga tak heran kalau dia berani sesumbar kans anak-anak asuhan Jackson F Tiago bisa raih scudetto (Juara) dalam Indonesia Super Liga (ISL) 2008.
Namun Demi Heipon mengingatkan rotasi bagi para pemain penting sebab putaran kedua yang berlangsung tahun depan membutuhkan kesiapan yang lebih baik lagi.
Kesebelasan “Badai Pegunungan” Persiwa Wamena memang tampil dengan Fighting Spirit (semangat bertanding yang tinggi) sebab pelatih M Suharno mengakui bahwa dia tidak memiliki pemain bintang dan kualitas pemainnya biasa saja.
Terlebih lagi Persiwa bermain tanpa beban dan kualitas pemainnya merata. Bagi Persipura sebagai saudara tua dalam laga nanti jelas berada di atas saudara mudanya, tetapi memiliki beban berat karena harus memenangkan laga terakhir putaran pertama ISL 2008.
Rekan seangkatan Boaz Salosa, Ricardo Salampessy, Gerald Pangkali juga memperkuat Persiwa seperti Imanuel Padwa dan Habel Satya. Perseteruan mantan para pemain PON Palembang akan saling berjibaku dalam laga Derby Papua nanti. Terutama dalam perebutan lini tengah antara Imanuel Padwa, Habel Satya dan Gerald Pangkali serta sang jenderal lapangan Persipura Eduard Ivakdalam.
Walau demikian, dalam menghadapi Derby Papua nanti Jackson F Tiago sudah pasti menurunkan trio strikernya Boas Salosa, Beto dan Jeremiah. Hadirnya Boas di lini depan Persipura ibarat “roh” yang mendorong kedua bomber lainnya Jeremiah dan Beto untuk merajalela dan merobek jantung pertahanan Persiwa Wamena. Boas sendiri berjanji siap meladeni tim “Badai Pegunungan” sebab akan membalas kekalahan 1-0 dari Persiwa pada Ligina 2007 lalu di depan pendukung Persipuramania.
Sebaliknya tiga tembok Persipura masing masing Jack Komboy, Bio Pauline dan Victor Igbonefo sudah teruji menahan lajunya gempuran striker Persik Lamongan, Persija dan Arema.
Kini mampukah ketiga tembok itu membendung striker Persiwa Pieter Rumaropen meski berpostur pendek tetapi memiliki tendangan kaki kiri maupun kanan sama baiknya termasuk heading yang keras. Selain striker Pieter Rumaropen, masih ada Benoit, Foday, Tutug Widodo, Richard Wayega mantan PON VII Papua Kaltim. Begitupula dengan Habel Satya dan Imanuel Padwa kedua pilar eks PON Palembang juga siap meladeni mantan rekan satu tim mereka di Palembang, Ricardo Salampesy, Gerald Pangkali dan Boaz Solossa.
Lepas dari fighting spirit the Highlinder, sebenarnya di atas kertas saudara tua Mutiara Hitam mampu membendung asalkan bermain tenang dan tidak terbeban saat meladeni saudara muda dari Badai Pegunungan Papua. Yang jelas Derby Papua ini sangat menarik karena pertempuran antara semangat dan tekad dari gunung melawan kolektivitas Mutiara Hitam yang ingin membalas dendam atas kekalahan dalam Liga 2007 lalu di stadion Mandala.
Kita harapkan agar Derby Papua ini berjalan “Fair Play” dan mendapat dukungan dari penonton melalui suguhan permainan indah dan memikat dari dua tim papan atas ISL 2008 ini. Karena betapa pun tuan rumah Persipura dan Persiwa Wamena telah mengharumkan nama Papua untuk sepakbola Indonesia. Bravo Persipura dan Persiwa. Bravo sepak bola Papua.(Makawaru da Cunha dan Dominggus A Mampioper)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar