Rabu, 26 November 2008

Boas Solossa Semakin Buas

JAYAPURA – Setelah dihantui trauma cedera patah tulang fibula kaki kanan, Boaz Solossa mulai unjuk ketajaman. Dua gol ia bukukan saat Persipura Jayapura mengalahkan Persik Kediri 5-0 di Stadion Mandala, Jayapura, kemarin. Boaz mencetak gol pertama dan kedua. Setelah itu giliran kakaknya, Ortizan Solossa, Ernest Jeremiah, dan Ian Louis Kabes yang memberondong gawang Persik yang dikawal kiper Ahmad Kurniawan.

Bagi Boaz dua gol yang dicetaknya menambah koleksi golnya menjadi sembilan gol. Hebatnya, Boaz selalu mencetak lebih dari satu gol dan selalu mengantarkan timnya meraih kemenangan. Dua gol pertama dicetak pemain kelahiran Sorong, 16 Maret 1986, ini saat mengalahkan Persita Tangerang 3-0 di Stadion Mandala, 18 Agustus silam.

Sebulan kemudian, tepatnya 20 September, dua gol kembali dipersembahkan Boaz untuk Persipura ketika menekuk tuan rumah PKT Bontang 4-2. Bahkan, Boci, begitu ia biasa disapa, mencetak hattrick saat menekuk Persija Jakarta 6-0, 9 Oktober lalu. “Saya belum bermimpi untuk jadi top scorer. Yang ada dibenak saya adalah mengantarkan Persipura meraih gelar juara,” ucap suami Adelina Gedi dan ayah dari Abigail Maria Putri Solossa, ini.

Sejak berkiprah di pentas Liga Indonesia pada musim 2005, total Boaz sudah mengemas 39 gol. Rinciannya, Rinciannya, tujuh gol musim 2005, 10 gol musim 2006, 13 gol musim lalu dan sembilan gol sampai saat ini. “Semua gol yang saya cetak saya persembahkan untuk ayah saya, Christoffel Solossa, yang meninggal dunia usai bertanding sepak bola pada 6 Februari 2000. Ia adalah sumber inspirasi saya,” Boaz menjelaskan.

Penampilan apik Boaz belakangan tak lepas dari pengaruh kakaknya, Ortizan Solossa, dan juga pelatih Jacksen F. Tiago. Berkat andil keduanya, Boaz seperti terlahir kembali. “Saya selalu meyakinkan bahwa ia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini. Ia tak boleh terlalu lama trauma dengan cederanya. Boaz pasti bangkit,” kata Ortizan yang kini bersama Boaz membela Persipura.

Di pihak lain, Jacksen adalah pelatih yang memberikan kepercayaan besar kepada Boaz. Sejak kedatangannya, Boaz diberikan tempat utama. Jacksen mengubah pola permainan Persipura di era Raja Isa yang berpatokan kepada pola 4-4-2 menjadi pola 3-4-3. “Boaz saya mainkan sebagai striker sayap kiri karena saya tahu ia punya kecepatan dan piawai menggocek bola. Ia telah membuktikan kualitasnya dengan sembilan golnya saat ini,” ucap Jacksen.*** (Sumber Top Skor)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar